Minggu, 10 September 2017

Kondensor dan prinsip kerjanya pada PLTU

Kondensor adalah suatu alat yang terdiri dari jaringan pipa dan digunakan untuk mengubah uap menjadi zat cair (air). dapat juga diartikan sebagai alat penukar kalor (panas) yang berfungsi untuk mengkondensasikan fluida.  Dalam penggunaanya kondensor diletakkan diluar ruangan yang sedang didinginkan supaya panas yang keluar saat pengoprasiannya dapat dibuang keluar sehingga tidak mengganggu proses pendinginan.


Kondensor dan Prinsip Kerjanya- image
Cara kerja kondensor- revsangmane.blogspot.com

Prinsip Kerja Kondensor

Prinsip kerja kondensor tergantung dari jenis kondensor tersebut, secara umum terdapat dua jenis kondensor yaitu surface condenser dan direct contact condenser. Berikut klasifiksi kedua jenis kondesor tersebut:

1. Surface Condenser

Cara kerja dari jenis alat ini ialah proses pengubahan dilakukan dengan cara mengalirkan uap kedalam ruangan yang berisi susunan pipa dan uap tersebut akan memenuhi permukaan luar pipa sedangkan air yang berfungsi sebagai pendingin akan mengalir di dalam pipa (tube side), maka akan terjadi kontak antara keduanya dimana uap yang memiliki temperatur panas akan bersinggungan dengan air pendingin yang berfungsi untuk menyerap kalor dari uap tersebut, sehingga temperatur steam (uap) akan turun dan terkondensasi. Surface condenser terdiri dari dua jenis yang dibedakan oleh cara masuknya uap dan air pendingin, berikut jenis-jenisnya:

  1. Type Horizontal Condenser
    Pada type kondesor ini, air pendingin masuk melalui bagian bawah, kemudian masuk kedalam pipa (tube) dan akan keluar pada bagian atas, sedangkap uap akan masuk pada bagian tengah kondensor dan akan keluar sebgai kondensat pada bagian bawah.
  2. Type Vertical condenser
    Pada jenis kondensor ini, tempat masuknya air pendingin melalui bagian bawah dan akan mengalir di dalam pipa selanjutnya akan keluar pada bagian atas kondensor, sedangkan steam akan masuk pada bagian atas dan air kondesat akan keluar pada bagian bawah.




2. Direct Contact Condenser

Cara kerja dari kondensor jenis ini yaitu proses kondensasi dilakukan dengan cara mencampurkan air pendingin dan uap secara langsung. Jenis dari kondensor ini disebut spray condenserpada alat ini proses pencampuran dilakukan dengan menyemprotkan air pendingin ke arah uap. Sehingga steam akan menempel pada butiran-butiran air pendingin tersebut dan akan mengalami kontak temperatur, selanjutnya uap akan terkondensasi dan tercampur dengan air pendingin yang mendekati fase saturated (basah).

Perlu kita ketahui, bahwa setiap industri terkadang memiliki cara kerja pertukaran panas yang berbeda-beda, misalnya saja pada industri migas, fraksi yang panas akan mengalir melalui pipa sedangkan minyak mentah (dingin) akan mengalir diluar pipa. Hal ini dikarenakan fraksi yang mengalir di dalam pipa merupakan hasil yang telah diolah pada menara destilasi sehingga memiliki temperatur yang panas, panas dari fraksi inilah yang dimanfaatkan untuk memanaskan miyak mentah yang akan dimasukkan kedalam kolom destilasi.



Air Pendingin Kondensor

Air pendingin dalam kondensor sangat memiliki peranan penting dalam proses kondensasi uap menjadi condensat water. Bahan baku air pendingin biasanya didapatkan dari danau dan air laut (sea water, dalam proses pengambilannya biasanya digunakan alat sejenis jaring yang berfungsi untuk menjaring kotoran serta benda-benda padat lainnya agar tidak terikut kedalam hisapan pompa yang tentunya dapat mengganggu kinerja kondensor bahkan kerusakan pada peralatan.



Penyebab Penurunan Kinerja Kondensor

Kondensor sangat rentan terhadap gangguan-gangguan yang dapat menghambat kinerjanya, berikut masalah-masalah yang sering terjadi pada kondensor:

1. Non Condesable Gases (gas yang tidak dapat terkondensasi).
Gas ini dapat meneyebabkan kenaikan pressure terhadap kondensor dan menyelimuti permukaan tube-tube yang dapat menghambat transfer panas antara uap dengan cooling water, sehingga gas-gas ini harus dikeluarkan atau dibuang dari dalam kondensor. Cara untuk mengeluarkan udara tersebut biasanya dilakukan dengan bantuan venting pump dan primming pump yang merupakan pompa vakum.

2. Terjadi Fouling Terhadap Kondensor.
Fouling atau endapan sangat mungkin terjadi pada kondensor, endapan yang mengotori tube-tube kondensor ini berasal dari sumber pengambilan bahan baku air pendingin. Seperti yang kita ketahui tempat pengambilan air pendingin berasal dari laut dan kemungkinan besar air tersebut mengandung endapan-endapam kotoran yang ikut masuk dan mengendap pada tube-tube kondensor, hal ini dapat menyebebakan menurunnya laju perpindahan panas pada kondensor, sehingga kualitas air pendingin sangat diperlukan agar mengurangi penyebab fouling pada kondensor. Cara untuk mengeluarkan kotoran tersebut biasanya dilakukan dengan cara:
  • backwash kondensor, yaitu dengan membalikkan arah aliran air pendingin dengan tujuan membuang kotoran yang masuk ke dalam waterbox inlet yang menghalangi proses perpindahan panas pada kondensor, proses ini dilakukan dengan cara membalikkan arah aliran inlet dan outlet.
  • Ball Cleaningproses pembersihan dengan cara ini dapat dilakukan dengan  bola sebgai alat untuk membersihkan tube kondensor. Cara kerjanya yaitu bola akan dimasukkan pada inlet mengikuti aliran  kondensor dan keluar pada waterbox outlet.

Demikianlah sedikit pembahasan tentang kondensor dan prinsip kerjanya, dimana alat merupakan salah satu peralatan industri di berbagai sektor, semoga bermanfaat bagi pembaca. Tentunya artikel ini masih memiliki banyak kekurangan sehingga kritik dan saran yang mendukung sangat saya harapkan, Terimakasih.

Selasa, 02 Mei 2017

Kerusakan atau abnormal pada sistem coal handling

Kerusakan atau abnormal pada sistem coal handling

Coal handling system adalah komponen terpenting dalam energi primer pada PLTU berbahan bakar batu bara. Disamping fungsinya untuk bongkar muat batu bara dari kapal tongkang tetapi berperan dalam hal pengisian coal bunker untuk penampungan batu bara guna pembakaran diboiler.

Tetapi dalam aktualnya sering ditemukan kendala atau abnormal dari peralatan pada coal handling system. Yang sering saya temui antara lain:
1. Belt conveyor yang aus dan robek
2. Idler yang rusak
3. Pulley yang putarannya sudah abnormal
4. Sistem proteksi yang sering abnormal karena dimakan usia serta tidak adanya pembaruan, dll

Untuk menjamin kehandalan dan kualitas pembangkit sebagai operator harus selalu melakukan pengecekan terhadap peralatan secara kontinyu. Bahkan harus spontanitas melaporkan ke pimpinan kerja jika ada keganjalan pada peralatan.

Serta dibutuhkan ide yang bisa untuk mengatasi permasalahan yang sering ditemukan seperti halnya inovasi peralatan, FLM, dan cek peralatan sesuai SOP serta IK yang berlaku pada tempat kerja.

Jumat, 14 April 2017

Keunggulan dan Kelemahan Energi Surya


Energi surya disebut-sebut oleh banyak orang sebagai sumber energi utama di masa depan, jadi mari kita melihat keuggulan dan kelemahan energi surya.
Energi surya memiliki keunggulan yang lebih banyak dibandingkan dengan kelemahannya, tapi kelemahan ini masih merupakan batu sandungan utama untuk pemakaian energi surya yang lebih luas. 

sekarang pertama-tama kita akan membahas keunggulan dari energi surya.

Kita sudah mengetahui, bahwa energi surya merupakan sumber energi terbarukan. Matahari hampir tak terbatas sebagai sumber energi, dan energi surya tidak dapat habis, tidak seperti bahan bakar fosil yang akhirnya akan habis. Setelah bahan bakar fosil habis, dunia akan memerlukan alternatif sumber energi yang baik, dan energi surya jelas terlihat sebagai salah satu alternatif terbaik.

Energi surya merupakan sumber energi yang ramah lingkungan karena tidak memancarkan emisi karbon berbahaya yang berkontribusi terhadap perubahan iklim seperti pada bahan bakar fosil. Setiap watt energi yang dihasilkan dari matahari berarti kita telah mengurangi pemakaian bahan bakar fosil, dan dengan demikian kita benar-benar telah mengurangi dampak perubahan iklim. Penelitian terbaru melaporkan bahwa rata-rata sistem rumah surya mampu mengurangi 18 ton emisi gas rumah kaca di lingkungan setiap tahunnya. Energi surya juga tidak memancarkan oksida nitrogen atau sulfur dioksida yang berarti tidak menyebabkan hujan asam atau kabut asap.

Matahari merupakan sumber energi yang benar-benar bebas untuk digunakan oleh setiap orang. Tidak ada yang memiliki Matahari, jadi setelah Anda menutupi biaya investasi awal, pemakaian energi selanjutnya dapat dikatakan gratis.

Lebih banyak energi matahari yang kita gunakan maka semakin sedikit kita bergantung pada bahan bakar fosil. Ini berarti akan meningkatkan ketahanan dan keamanan energi, karena akan mengurangi kebutuhan impor minyak dari pihak asing.

Dalam jangka panjang energi surya akan menghemat pengeluaran uang untuk energi. Biaya awalnya memang cukup signifikan, namun setelah beberapa waktu Anda akan memiliki akses ke energi yang benar-benar gratis, dan jika sistem rumah tenaga surya menghasilkan energi yang lebih dari yang Anda butuhkan, di beberapa negara perusahaan listrik dapat membelinya dari Anda, yang berarti ada potensi keuntungan ekstra terlibat. Ada juga banyak negara yang menawarkan insentif keuangan untuk menggunakan energi surya.

Panel surya beroperasi tanpa mengeluarkan suara (tidak seperti turbin angin besar) sehingga tidak menyebabkan polusi suara. Panel surya biasanya memiliki umur yang sangat lama, minimal 30 tahun, dan biaya pemeliharaannya sangat rendah karena tidak ada bagian yang bergerak. Panel surya juga cukup mudah untuk diinstal.

Energi surya adalah salah satu pilihan energi terbaik untuk daerah-daerah terpencil, bilamana jaringan distribusi listrik tidak praktis atau tidak memungkinkan untuk di-instal.

Kelemahan utama dari energi surya adalah biaya awal yang tinggi. Panel surya terbuat dari bahan mahal, bahkan dengan penurunan harga yang terjadi hampir setiap tahun, harganya tetap terasa mahal.

Panel surya juga perlu untuk ditingkatkan efisiensinya. Untuk mencapai tingkat efisiensi yang memadai dibutuhkan lokasi instalasi yang luas, dan panel surya ini idealnya diarahkan ke matahari, tanpa hambatan seperti pohon dan gedung tinggi, untuk mencapai tingkat efisiensi yang diperlukan.

Energi surya membutuhkan solusi penyimpanan energi murah dan efisien karena matahari adalah sumber energi intermiten (tidak kontinyu).

Proyek-proyek energi surya skala besar (pembangkit listrik tenaga surya yang besar) akan membutuhkan lahan yang luas, dan banyak air untuk tujuan pendinginan.

Banyak daerah di dunia yang tidak memiliki cukup sinar matahari untuk menjadikan energi surya bernilai ekonomis. Karena itu, solusi ilmiah yang lebih maju sangat diperlukan untuk membuat energi surya.

Minggu, 02 April 2017

PLTM

PLTM

Apakah PLTM (atau PLTMH) itu ?

Turbin Minihidrp – PLTM, efisien dan inofatif

Kami telah dan sedang membuat beberapa Feasibility Study dan perencanaan (DED) beberapa Pembangkit Listrik Tenaga Minihidro atau Mikrohidro (PLTM atau PLTMH) di wilayah Sumatra bagian utara (Sumbagut). PLTM itu semacam PLTA (Pembangkit listrik tenaga Air) hanya saja ukuran bangunannya lebih kecil dan juga daya listrik yang dibangkitkannya juga lebih kecil; umumnya dibawah 1 MW (1000 kilo Watt) atau yang terbesar sampai 10 MW. Jadi, PLTM, atau ada juga yang menyebutnya dengan PLTMH, boleh disebut sebagai PLTA mini. Secara global dikategorikan sebagai Small Hydroelectric Plant.

Sebagai gambaran tentang PLTM maka Anda bisa melihat gambar-gambar struktur banguan dan penjelasannya berikut ini:

PLTM di Sumatera Utara

Berikut adalah rangkaian gambar salah satu PLTM yang telah selesai dilaksanakan di salah satu wilayah Sumatra Utara. Susunan (lay out) bangunannya terdiri dari:

Bendung (weir)Bangunan pengambilan (intake)Saluran pembawa (waterway/headrace)Kolam penenang (headpond/forebay)Pipa pesat (penstock)Sentral Pembangkit (powerhouse)Saluran Pembuangan (tailrace)

1. Bendung (Weir).

Bendung (weir)

Harap bedakan bendung (Weir) dengan bendungan (Dam). Bendung atau weir ukurannya lebih kecil daripada bendungan, dan keduanya berfungsi menahan/membendung arus sungai untuk meninggikan muka air sungai lalu membelokkan airnya ke arah bangunan pengambilan (intake).

2. Bangunan Pengambilan (Intake)

Intake dan sandtrap

Bangunan ini berfungsi menyadap air sungai yang ditahan oleh bendung untuk disalurkan menuju penstock dan sentral pembangkit. Air yang disadap bisa diukur dan diatur jumlahnya melalui pintu pengambilan. Setelah masuk pintu intake maka air akan mengalir melewati kolam pengendapan (sand-trap / desander) untuk mengendapkan pasir dan partikel-partikel lain yang bisa membahayakan turbin. Setelah melalui fasilitas ini maka air mengalir ke saluran waterway dalam kondisi bersih, terbebas dari partikel-partikel yang membahayakan turbin.

3. Saluran Headrace (Waterway)

Untuk PLTM umumnya berupa saluran terbuka, berfungsi untuk menyalurkan air dari intake menuju ke kolam penenang (headpond atau forebay). Saluran ini bisa pendek sekitar 200 meter, ataupun sangat panjang, yaitu mencapai 2,50 kilometer atau lebih.

4. Kolam Penenang (Headpond atau Forebay)

Kolam ini berfungsi menampung air yang datang dari waterway dan meredam atau menenangkan kecepatan air yang ada, lalu mengalirkan air yang sudah tenang itu ke arah turbin melalui saluran pipa pesat (penstock). Ukuran standarnya: lebar kolam sama dengan 3 kali lebar waterway, sedangkan panjang kolam adalah 3 kali lebarnya. Kolam ini dilengkapi dengan pelimpah (spillway), pintu penguras, dan saringan (trash rack). Dengan dermikian air yang akan memutar turbin sudah tenang, tidak bergejolak dan bersih dari lumpur.

5. Pipa Pesat (Penstock)

Pipa pesat membawa air dari headpond menuju ke arah turbin dengan kecepatan air yang tinggi. Umumnya pipa pesat terbuat dari baja tebal. Untuk PLTM, diameter pipa pesat bervariasi, mulai dari 50 cm sampai dengan 3 meter; tergantung dari besarnya debit sungai dan debit banjir rencana. Pipa pesat sebaiknya dipasang dengan kemiringan yang curam, yaitu antara kemiringan 1 : 1 sampai 1 : 2 (vertical : horisontal) untuk menjamin agar bisa berfungsi dengan baik, yaitu agar kecepatan air yang dihantarkannya mampu memutar turbin dengan putaran yang seemesitnya.