Kamis, 23 Februari 2017

Potensi Bahaya Pada Boiler

Potensi Bahaya Pada Boiler

Duniapembangkitlistrik.blogspot.com - Pesawat Uap atau juga disebut Ketel Uap adalah suatu pesawat yang dibuat untuk mengubah air didalamnya, sebagian menjadi uap dengan jalan pemanasan menggunakan pembakaran dari bahan bakar. Ketel uap dalam keadaan bekerja, adalah sebagai bejana yang tertutup dan tidak berhubungan dengan udara luar karena selama pemanasan, maka air akan mendidih selanjutnya berubah menjadi uap panas dan bertekanan, sehingga berpotensi terjadinya ledakan jika terjadi kelebihan tekanan (over pressure). Prinsip kerjanya yaitu dengan semakin tingginya tekanan uap maka setiap ketel harus mampu menahan tekanan uap ini. Dengan memanfaatkan tekanan uap ini maka dapat digunakan untuk menggerakan mesin atau generator untuk menghasilkan energi listrik.

Bejana tekan adalah suatu wadah untuk menampung energi baik berupa cair atau gas yang bertekanan atau bejana tekan adalah selain pesawat uap yang mempunyai tekanan melebihi tekanan udara luar (atmosfer) dan mempunyai sumber bahaya antara lain; kebakaran, keracunan, gangguan pernafasan, peledakan, suhu ekstrem.

Pemanfaatan bejana tekan akhir-akhir ini telah berkembang pesat di berbagai proses industri barang dan jasa maupun untuk fasilitas umum dan bahkan di rumah-rumah tangga. Bejana tekanan merupakan peralatan teknik yang mengandung resiko bahaya tinggi yang dapat menyebabkan terjadinya kecelakaan atau peledakan. Tingginya resiko kecelakaan kerja dibidang Pesawat Uap dan Bejana Tekan (PUBT) membuat perusahaan semakin waspada akan bahaya yang mungkin ditimbulkan dari kecelakaan kerja PUBT.

Pesawat uap dan bejana tekan merupakan sumber bahaya termasuk operator pesawat uap yang mana potensi bahaya ditimbulkan akibat penggunaan atau pengoperasian pesawat uap dan bejana tekan meliputi semburan api, air panas, gas, fluida, uap panas, debu, panas/suhu tinggi, bahaya kejut listrik, dan peningkatan tekanan atau peledakan. Agar kecelakaan tidak timbul dalam kerja yang menggunakan pesawat uap maupun bejana tekan, maka pemahaman tentang pesawat uap dan bejana tekan serta syarat-syarat K3 adalah sangat penting supaya dapat melakukan pengawasan K3 pada pesawat uap dan bejana tekan. Hal ini juga ditetapkan dalam UU No.1 Tahun 1970 pasal 3, “Pengawasan tidak hanya pada produk namun diawali dari proses produksi atau pembuatan pesawat uap dan bejana tekan yang banyak dilakukan proses pengelasan, pengujiaan produk hingga penerbitan ijin pemakaian pesawat uap dan bejana tekan”.

Agar tidak terjadi ledakan, suatu ketel harus memenuhi syarat-syarat sebagai berikut :

1. Harus hemat dalam pemakaian bahan bakar. Hal ini dinyatakan dalam rendemen atau daya guna ketel.
2. Berat ketel dan pemakaian ruangan pada suatu hasil uap tertentu harus kecil.
3. Paling sedikit harus memenuhi syarat-syarat dari Direktorat Bina Norma Keselamatan Kerja Departemen Tenaga Kerja.

Berikut ini sumber bahaya pada pesawat uap, antara lain :

1. Bila manometer tidak berfungsi dengan baik, atau bila tidak dikalibrasi dapat menimbulkan peledakan karena si operator tidak mengetahui tekanan yang sebenarnya dalam boiler dan alat lain tidak berfungsi.
2. Bila safety valve tidak berfungsi dengan baik karena karat atau sifat pegasnya menurun.
3. Bila gelas duga tidak berfungsi dengan baik yang mana nosel-noselnya atau pipa-pipanya tersumbat oleh karat sehingga jumlah air tidak dapat terkontrol lagi.
4. Bila air pengisi ketel tidak memenuhi syarat.
5. Bila boiler tidak dilakukan blow down dapat menimbulkan scall atau tidak sering dikunci.
6. Terjadi pemanasan lebih karena kebutuhan produksi uap.
7. Tidak berfungsinya pompa air pengisi ketel.
8. Karena perubahan tak sempurna atau rouster, nozel fuel tidal berfungsi dengan baik.
9. Karena umur boiler sudah tua sehingga material telah mengalami degradasi kualitas.

Dalam proses pembuatannya perlu dilakukan pemilihan material yang tahan korosi bila terlalu mahal atau tidak ada di pasaran maka dapat dipilih material dengan laju korosi yang paling lambat namun perlu dilakukan inspeksi secara berkala untuk menghindari terjadinya kebocoran atau ledakan.

Rabu, 22 Februari 2017

Apa itu Black Out ?

Apa itu Black Out ?
Duniapembangkitlistrik.blogspot.com- Mati listrik atau sering disebut “mati lampu” merupakan hal yang tidak menyenangkan bagi banyak orang, terlebih lagi bagi para pelaku bisnis dan industri, atau dalam istilah kelistrikan disebut Black Out. Kenapa Black Out dapat terjadi? apa yang menyebabkan Black Out?
Black Out atau padam total adalah keadaan dimana hilangnya seluruh sumber tenaga pada suatu sistem tenaga listrik. Karena proses bisnis PLN yang kompleks dari hulu ke hilir, antara lain dibagi menjadi 3 bagian, yaitu Pembangkitan, Transmisi dan Distribusi, maka kehandalan tiap – tiap sistem harus dipertahankan dan dijaga, agar kontinuitas penyaluran tidak terganggu  dan terhindar dari padam total (Black Out).
Dari pengalaman saya bekerja selama 2 (dua) tahun di Bidang Distribusi PLN, maka saya ingin berbagi agar para pembaca  mengetahui apa saja penyebab – penyebab yang dapat mengakibatkan terjadinya Black Out.
Sisi hulu (Pembangkitan dan Transmisi)
Ketidaksiapan pembangkit merupakan salah satu penyebab padam listrik dari sisi hulu. Pada sistim Pembangkit Interkoneksi atau pembangkit yang saling terhubung satu sama lain, jika ada salah satu pembangkit jatuh maka pembangkit yang lain harus memikul beban pembangkit yang jatuh tersebut. Karena beban yang berlebih maka pembangkit lainnya juga ikut jatuh. Seperti halnya jika ada 2 (dua) orang yang mendayung satu sampan, jika satu orang tidak ikut mendayung maka yang lainnya akan merasa kelelahan akibat beban yang terlalu berat dan akhirnya sampan terbalik dihantam gelombang.
Untuk memulihkan sistim yang jatuh tadi juga memerlukan waktu, jadi kenapa jika saat terjadi mati listrik diharapkan pelanggan agar dapat bersabar. Contohnya untuk PLTM (Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro) tidak bisa serta merta setelah mati dapat langsung dihidupkan begitu saja setelah terjadi Black Out, oleh karena itu pembaca patut mengetahui suatu PLTM membutuhkan listrik dari pembangkit lain untuk memompa oli, membuka valve, menyalakan instrumen elektronik, dan sebagainya. Biasanya PLTM memerlukan pembangkit yang dapat melakukan Black Start atau pembangkit yang berfungsi sebagai penggerak mula (Prime Movers). Black start dilakukan oleh Generator yang digerakan oleh mesin Diesel yang notabanenya hanya memerlukan accu atau angin untuk melakukan start engine, yang kita kenal sebagai PLTD (Pembangkit Listrik Tenaga Diesel). Kemudian setelah PLTD beroperasi dan menghasilkan listrik, lalu dapat mensupply ke PLTM barulah sistem Interkoneksi dapat berjalan lagi. Selanjutnya tahap penormalan dilakukan agar supply energi listrik dapat tersalurkan sampai ke sisi pelanggan.
Sisi hilir (Distribusi) 
Kehandalan sistim Distribusi sama pentingnya dengan sistim pembangkitan, bak mata uang yang memiliki 2 sisi, keduanya harus berjalan saling mengisi. Motto dari bidang Distribusi yang selalu kami pegang adalah ” pantang padam, jika padam jangan lama, jika sudah menyala jangan padam lagi”.
Melokalisir gangguan agar tidak meluasnya pemadaman adalah tugas bidang Distribusi. Gangguan pada Jaringan Distribusi dapat diakibatkan oleh faktor Eksternal dan Internal.
Faktor Eksternal, antara lain :
PetirPepohonanPekerjaan/sumber lainBinatangPenggalian
Faktor Internal :
Dapat diakibatkan oleh kondisi komponen dan peralatan yang terpasang di jaringan, baik karena usia maupun karena kesalahan pemasangan (human error).
Dari beberapa hal diatas, gangguan jaringan yang paling banyak terjadi adalah gangguan yang diakibatkan oleh pohon, mulai dari dahan pohon yang menyentuh jaringan sampai pohon yang tumbang, yang mengakibatkan robohnya jaringan.  Untuk itu selayaknya sebagai sesama pengguna listrik dan selebihnya sebagai insan PLN saya menghimbau agar para pembaca bersama – sama dapat menjaga jaringan listrik yang ada disekitar kita, yaitu dengan tidak menanam pohon dibawah jaringan dan tidak menebang pohon yang ada didekat jaringan tanpa pemberitahuan kepada petugas PLN.
Oleh karena itu pada saat mati listrik atau kalo’ kata orang “mati lampu” para pembaca dapat mengetahui bahwa dibalik semua itu ada orang – orang yang sedang berjuang dan berusaha.
Dari hulu sampai hilir,
Dari pembangkitan sampai Distribusi
Agar listrik dapat menyala kembali.

Senin, 20 Februari 2017

Apa itu AMR ?

Apa itu AMR ?
Duniapembangkitlistrik.blogspot.com - Automatic Meter Reading (AMR) merupakan salah satu solusi untuk bidang elektronika dalam melakukan pembacaan dan pemakaian energi listrik. Dimana pemakai Automatic Meter Reading (AMR) dapat memonitoring pemakaian daya listrik. Dalam pengoperasiannya sistem Automatic Meter Reading (AMR) melakukan pembacaan energi listrik dengan cara menurunkan terlebih dahulu tegangan listrik dari 40 KV menjadi 220 V menggunakan current transformer, kemudian tegangan dikonversikan menjadi data digital pada mesin meteran agar dapat diukur dengan parameter pengukuran seperti daya, energi, dll. Setelah ini data digital masuk ke bagian pengolahan dan komunikasi, pada bagian ini data digital dapat disimpan ke memori, ditampilkan lewat LCD display, atau dikirimkan ke database PLN lewat modem.
AMR (Automatic Meter Reading) merupakan aplikasi ini digunakan untuk pengendalian dan pemantauan tenaga listrik pada pelanggan. Apabila fasilitas ini digunakan oleh PLN, maka meter listrik pada pelanggan dapat dibaca secara online dan sistem billing menggunakan paket program yang sudah tersedia.
Automatic Meter Reading (AMR) juga sering disebut sistem pembacaan meter jarak jauh secara otomatis, terpusat dan terintegrasi dari ruang kontrol melalui media komunikasi telepon publik (PSTN), telepon selular (GSM), PLC atau gelombang radio, menggunakan software tertentu tanpa terlebih dahulu melakukan pemanggilan (dial up) secara manual. Sistem AMR diterapkan pada pelanggan potensial dengan daya terpasang diatas 197 kVA. 
Konfigurasi peralatan yang digunakan :
1. meter elektronik atau digital yang dipasang di pelanggan.
2. modem dan saluran telepon.
3. komputer yang terdapat diruang kontrol.
Dengan dipasangnya AMR pada pelanggan maka pemakaian kwh oleh pelanggan dapat dipantau / dibaca setiap saat dari kantor PLN dengan hasil yang lebih akurat dengan bantuan aplikasi komputer sehingga kesalahan baca yang dilakukan pertugas tidak akan terjadi dan kepercayaan pelanggan kepada PLN dapat tetap terjaga.
MANFAAT AMR
- Pemakaian kwh oleh pelangggan dapat dipantau / dibaca setiap saat.
- Hasil pembacaan meter lebih Akurat.
- Evaluasi beban pelanggan.
- Upaya peningkatan mutu pelayanan melalui data langsung penggunaan energi listrik yang dikonsumsi oleh pelanggan yang bersangkutan
CARA KERJA AMR
Awalnya, pembacaan meter dilakukan dengan menggunakan kabel (wired) atau direct dialling/reading. Komputer terhubung ke meter dengan menggunakan kabel komunikasi (RS-232 atau RS-485) atau optical probe jika pembacan dilakukan di lapangan. Namun belakangan ini, banyak teknologi komunikasi yang dapat digunakan oleh sistem AMR. Seperti PSTN (telpon rumah), GSM, Gelombang Radio, PLC (Power Line Carrier), dan terakhir, memungkinkan pembacaan meter menggunakan LAN/WAN/WIFI untuk meter yang sudah support TCP/IP.
Digital KWH meter ini dikontrol oleh sebuah mikrokontroler dengan tipe AVR90S8515 dan menggunakan sebuah sensor digital tipe ADE7757 yang berfungsi untuk membaca tegangan dan arus (dengan beban mencapai 500 Watt) untuk mengetahui besar energi yang digunakan pada instalasi rumah. Seven Segment sebagai penampil data besaran energi listrik yang digunakan di rumah.Dari komponen-komponen tersebut dihasilkan sebuah KWH meter moderen dengan tampilan digital yang dapat mengukur besaran penggunaan energi, dengan batasan maksimal beban 500 watt. Dengan sebuah system pembayaran moderen membeli sebuah voucher elektronik, berisi besaran digital (berfungsi sebagai pulsa) sebagai pembanding besaran energi yang digunakan. Secara otomatis sistem ini memutuskan tegangan rumah bila besaran tersebut mencapai nilai 0. Seluruh rangkaian membutuhkan daya 446,5mW diharapkan tidak merugikan PLN.
Dengan dipasangnya AMR pada pelanggan maka pemakaian kwh oleh pelanggan dapat dipantau / dibaca setiap saat dari kantor PLN dengan hasil yang lebih akurat dengan bantuan aplikasi komputer sehingga kesalahan baca yang dilakukan pertugas tidak akan terjadi dan kepercayaan pelanggan kepada PLN dapat tetap terjaga.
Keuntungan lain dalam penggunaan sistem AMR ini adalah :
- pencatatan meter lebih akurat.
- proses penerbitan rekening lebih cepat.
- penggunaan energi listrik dapat terpantau.
- upaya peningkatan mutu pelayanan melalui data langsung penggunaan energi listrik yang dikonsumsi oleh pelanggan yang bersangkutan.

Sabtu, 18 Februari 2017

Gangguan Pada Sistem Tenaga Listrik

Gangguan Pada Sistem Tenaga Listrik
Duniapembangkitlistrik.blogspot.com - Didalam dunia kelistrikan tentunya banyak terjadi gangguan Macam-macam Gangguan antara lain sebagai berikut:
I. Gangguan Beban Lebih
Beban lebih mungkin tidak tepat disebut sebagai gangguan. Namun karena beban lebih adalah suatu keadaan abnormal yang apabila dibiarkan terus berlangsung dapat membahayakan peralatan, jadi harus diamankan, maka beban lebih harus ikut ditinjau.
Beban lebih dapat terjadi pada trafo atau pada saluran karena beban yang dipasoknya terus meningkat, atau karena adanya maneuver atau perubahan aliran beban di jaringan setelah adanya gangguan. Beban lebih dapat mengakibatkan pemanasan yang berlebihan yang selanjutnya panas yang berlebihan itu dapat mempercepat proses penuaan atau memperpendek umur peralatan listrik.
II. Gangguan Hubung Singkat (Short Circuit)
Gangguan hubung singkat dapat terjadi antara fasa (3 fasa atau 2 fasa) atau antara 1 fasa ke tanah, dan dapat bersifat temporair (non persistant) atau permanent (persistant). Gangguan yang permanent misalnya hubung singkat yang terjadi pada kabel, belitan trafo atau belitan generator karena tembusnya (break downnya) isolasi padat. Gangguan temporair misalnya akibat flashover karena sambaran petir, pohon, atau tertiup angin. 
Gangguan hubung singkat dapat merusak peralatan secara termis dan mekanis. Kerusakan termis tergantung besar dan lama arus gangguan, sedangkan kerusakan mekanis terjadi akibat gaya tarik-menarik atau tolak-menolak.
Keterangan pada gambar di atas :
1. Hubung singkat 1 fasa ke tanah
2. Hubung singkat 2 fasa (antar fasa)
3. Hubung singkat 2 fasa ke tanah
4. Hubung singkat 3 fasa
5. Hubung singkat 3 fasa ke tanah
III. Gangguan Tegangan Lebih
Tegangan lebih dapat dibedakan sebagai berikut :
Tegangan lebih dengan power frequencyTegangan lebih transient
Tegangan lebih transient dapat dibedakan - Surja Petir (Lightning surge)
- Surja Hubung (Switching surge)
Timbulnya tegangan lebih dengan power frequency, dapat terjadi karena :
- Kehilangan beban atau penurunan beban di jaringan akibat switching,  karena gangguan atau karena maneuver.
- Gangguan pada AVR (Automatic Voltage Regulator) pada generator atau pada on load tap changer dari trafo.Over speed pada generator karena kehilangan beban.
IV. Gangguan Kurangnya Daya
Kekurangan daya dapat terjadi karena tripnya unit pembangkit (akibat gangguan di prime movernya atau di generator) atau gangguan hubung singkat di jaringan yang menyebabkan kerjanya relay dan circuit breakernya yang berakibat terlepasnya suatu pusat pembangkit dari sistem. Jika kemampuan atau tingkat pembebanan pusat atau unit pembangkit yang hilang atau terlepas tersebut melampaui spinning reverse system, maka pusat-pusat pembangkit yang masih ada akan mengalami pembebanan yang berkelebihan sehingga frequency akan merosot terus, yang bila tidak diamankan akan mengakibatkan tripnya unit pembangkit lain (cascading) yang selanjutnya dapat berakibat runtuhnya (collapse) sistem (pemadaman total).
V. Gangguan Ketidakstabilan (Instability)
Gangguan hubung singkat atau kehilangan pembangkit dapat menimbulkan ayunan daya (power swing) atau yang lebih hebat dapat menyebabkan unit-unit pembangkit lepas sinkron (out of synchronism). Power swing dapat menyebabkan relay pengaman salah kerja yang selanjutnya menyebabkan gangguan yang lebih luas. Lepas sinkron dapat mengakibatkan berkurangnya pembangkit karena tripnya unit pembangkit tersebut atau terpisahnya sistem, yang selanjutnya dapat menyebabkan gangguan yang lebih luas bahkan runtuh (collapse).
Upaya Mengatasi Gangguan
Dalam sistem tenaga listrik, upaya untuk mengatasi gangguan dapat dilakukan dengan cara :
I. Mengurangi Terjadinya Gangguan
Gangguan tidak dapat dicegah sama sekali, tapi dapat dikurangi kemungkinan terjadinya sebagai berikut :
Peralatan yang dapat diandalkan adalah peralatan yang minimum memenuhi persyaratan standart yang dibuktikan dengan type test, dan yang telah terbukti keandalannya dari pengalaman. Penggunaan peralatan di bawah mutu standart akan merupakan sumber gangguan.
Penentuan spesifikasi yang tepat dan design yang baik sehingga semua peralatan tahan terhadap kondisi kerja normal maupun dalam keadaan gangguan, baik secara elektris, thermis maupun mekanis.
Pemasangan yang benar sesuai dengan design, spesifikasi dan petunjuk dari pabrik.
Penggunaan kawat tanah pada SUTT/SUTET dengan tahanan pentanahan kaki tiang yang rendah. Untuk pemeriksaan dan pemeliharaan, maka konduktor pentanahannya harus dapat dilepas dari kaki tiangnya.
Penebangan atau pemangkasan pohon-pohon yang berdekatan dengan kawat fasa SUTM dan SUTT harus dilakukan secara periodik. Dalam hal ini yang perlu diperhatikan tidak hanya jaraknya dalam keadaan tidak ada angin, melainkan juga dalam keadaan pohon-pohon tersebut ketika ditiup angin.
Penggunaan kawat atau kabel udara berisolasi untuk SUTM harus dipilih dan digunakan secara selektif.
Operasi dan pemeliharaan yang baik.
Menghilangkan atau mengurangi penyebab gangguan atau kerusakan melalui penyelidikan.
II. Mengurangi Akibat Gangguan
Menghilangkan gangguan sama sekali dalam suatu sistem tenaga listrik merupakan usaha yang tidak mungkin dapat dilakukan. Oleh karena itu maka usaha yang dapat dilakukan adalah mengurangi akibat kerusakan yang ditimbulkannya. Usaha-usaha yang dapat dilakukan adalah :

Mengurangi besarnya arus gangguan. Untuk mengurangi arus gangguan dapat dilakukan dengan cara : menghindari konsentrasi pembangkitan (mengurangi short circuit level) menggunakan reaktor dan menggunakan tahanan untuk pentanahan netralnya.
Penggunaan lighting arrester dan penentuan tingkat dasar isolasi (BIL) dengan koordinasi isolasi yang tepat.
Melepaskan bagian sistem yang terganggu dengan menggunakan circuit breaker dan relay pengaman.
Mengurangi akibat pelepasan bagian sistem yang terganggu dengan cara :
1. Penggunaan jenis relay yang tepat dan penyetelan relay yang selektif agar bagian yang terlepas sekecil mungkin.
2. Penggunaan saluran double.
3. Penggunaan automatic reclosing.
4. Penggunaan sectionalizer pada JTM.
5. Penggunaan spindle pada JTM atau setidak-tidaknya ada titik pertemuan antar saluran sehingga ketika ada kerusakan atau pemeliharaan tersedia alternative supply untuk maneuver.
6. Penggunaan peralatan cadangan.
Penggunaan pola load shedding dan sistem splitting untuk mengurangi akibat kehilangan pembangkit.
Penggunaan relay dan circuit breaker yang cepat dan AVR dengan response yang cepat pula untuk menghindari atau mengurangi kemungkinan gangguan instability (lepas sinkron).

Jumat, 17 Februari 2017

Derating

Derating
Duniapembangkitlistrik.blogspot.com - Derating adalah turunnya daya mampu suatu pembangkit akibat kondisi operasi yang tidak normal, yang bila bebannya dinaikkan akan berakibat tripnya pembangkit tersebut. Bila turunnya daya mampu akibat alam, disebut Variasi Musim.
Disini bila kita memakai bahasa terang, penyebab derating adalah salah urus Pembangkit, baik dari sisi engineering ataupun financing. Alasan yang biasa kita dengar: ‘ mesin tua’ adalah alasan yang tidak profesional. Mesin (fisiknya, bukan teknologinya) tidak pernah tua ! Bila mesin yang umurnya 25 tahun isi perutnya diganti baru semua, kinerjanya akan seperti mesin baru !
Bila kita membangun suatu Pembangkit, seharusnya kita konsekuen dengan biaya yang seharusnya tersedia untuk memelihara sepanjang hidup yang kita rancang. Bukan seadanya dana saat itu yang tersedia, pokoke sekian, cukup gak cukup ya dicukup-cukupkan. seperti yang selama ini kita anut. Penganggaran yang kita anut selama ini ikut menyumbang adanya derating.
Untuk menormalkan pembangkit yang mengalami derating berat, sebaiknya PLN Pusat mengembangkan Replacement Policy, yang akan menjustifikasi secara financial, apakah pembangkit tersebut di rehabilitasi, atau diganti pembangkit baru yang lebih efisien.
Pada neraca daya suatu system kelistrikan, derating bukan satu-satunya penyebab turunnya daya mampu system. Masih banyak hal lain yang perlu mendapat perhatian secukupnya (sampai cukup, bukan dicukup-cukupkan).
Yang terakhir tapi tak kalah penting adalah membangun saling percaya antara pengelola Anggaran dan pengelola Pembangkitan dalam menyusun anggaran Pembangkitan, sehingga bisa tersedia anggaran yang cukup dengan efektifitas tinggi. Saling percaya ini tidak akan tercapai tanpa kejujuran nurani semua pihak.
• P L T D
Pembangkit jenis ini terkenal rajanya derating. Penyebab derating yang umum adalah :
1. Keausan parts akibat gesekan. Banyak parts PLTD yang saling bergesek, oleh karena itu umur parts nya sangat pendek. Umur tersebut akan menjadi lebih pendek, premature, bila operatornya memaksakan ramping rate yang lebih tinggi dari kemampuannya. Bila keausan ini dibiarkan, tidak segera dilakukan penggantian parts yang aus, karena tidak ada dana, atau hal lain, terjadilah derating, yang bertambah lama akan bertambah besar.
Derating ini akibat energy yang tersedia tidak bisa diubah menjadi kerja dalam jumlah yang seharusnya, karena bocor keluar atau kedalam, blow-by.
Sebetulnya pembangkit jenis ini tidak layak untuk memikul beban dasar, hanya dipakai sebagai peakers atau emergency units.
2. Sistem air pendingin yang kurang mendapat perhatian. Kenapa kurang perhatian, itulah permasalahan terbesar PLN : pengelolanya kurang mendapat pelatihan tentang kimia air.
Air pendingin PLTD, dalam hal ini yang dimaksud adalah jacket water, air yang langsung bersinggungan dengan mesin, secara kontinyu, 24 jam sehari, 7 hari seminggu bersirkulasi dalam keadaan panas. Sifat air, bila dipanaskan akan sangat aktif, beberapa unsur kimianya mudah mengendap menjadi kerak dan laju korosi logam akan menjadi tinggi.
Oleh karena itu, jacket water harus bebas mineral, atau demineralized water.
Memerlukan external treatment untuk memproduksi demineralized water, misalnya dengan menggunakan RO (Reverse Osmosis) dan internal treatment untuk menjaga kualitas air, agar tidak menjadi elektrolit dari proses korosi.
Selain itu, pemeliharaan/pembersihan Penukar kalor dari jacket water, water-water cooler atau water-air cooler (radiator). juga harus mendapat perhatian lebih serius. Bila penukar kalor kotor, suhu jacket water naik dan agar tidak alarm/trip, terpaksa beban diturunkan, disinilah derating terjadi.
3. Karena mesin ini menggunakan udara sebagai media proses, setiap ada perubahan suhu udara luar, kinerjanya pasti terpengaruh. Bila suhu udara naik, daya mampu turun, dan sebaliknya. Disini peran intercooler sangat dominan. Pemeliharaan kebersihan tubes dari intercooler sangat penting.
• P L T G
Pembangkit jenis ini juga menggunakan udara dalam jumlah sangat besar sebagai media prosesnya, oleh karena itu, perubahan suhu dan tekanan udara luar sangat berpengaruh terhadap kinerjanya.
Penyebab derating yang umum adalah :
1. Kenaikan suhu udara luar. Bahkan antara siang dan malam, daya mampu PLTG bisa berbeda. Bila suhu udara luar naik, kinerja akan turun.
2. Tekanan udara luar. Bila tekanan udara luar turun, kinerja juga turun. Bila cuaca mendung, tekanan udara luar turun, bila cerah, tekanan udara naik. Tekanan udara masuk kompresor juga bisa turun bila kondisi filter udara kotor. Oleh karena itu, penggantian filter juga harus konsekwen. Bila memiliki PLTG, harus konsekwen menyediakan biaya untuk filter. Bila tidak, derating ancamannya.
3. Tekanan udara keluar kompresor. Bila tekanan ini turun, kinerja PLTG akan turun. Tekanan udara keluar kompresor turun di akibatkan kotornya sudu kompresor. Memerlukan pencucian sudu kompresor dengan prosedur yang ada.
4. Suhu exhaust gas tinggi. Beban PLTG sangat dibatasi oleh suhu exhaust, karena bersangkutan dengan ketahanan material sudu turbin plus sistem pendingin sudu yang ada. Penyebab tingginya suhu exhaust ini disebabkan oleh tiga hal diatas ditambah kemungkinan sudu turbin kotor atau ujung sudu yang terbakar (overheating).
• P L T A
PLTA menggunakan air alam secara sekali lewat.
Derating pada PLTA umumnya disebabkan oleh alam yaitu curah hujan dan kondisi catchment area. Bila curah hujan tinggi daya mampu tinggi, bila curah hujan rendah , daya mampu PLTA bisa tinggal 20%. Bila catchment area baik, daya mampu tinggi tadi bisa lebih lama, bila tidak, air cepat habis, seperti sawah tadah hujan.
• P L T U
Karena PLTU menggunakan air olahan sebagai media prosesnya, hampir tidak ada material yang bergesekan, maka PLTU sebenarnya bebas dari ancaman derating. Yang diperlukan hanyalah pelatihan intensif personelnya dan konsistensi tinggi tanpa lelah dari manajemennya.
• P L T G U
Karena PLTGU adalah gabungan dari PLTG dan PLTU, maka sifat-sifat merupakan gabungan dari keduanya.
SOLUSI DERATING
Apabila suatu pembangkit mengalami derating berat yang memerlukan biaya besar untuk menormalkannya, kita memerlukan tools untuk justifikasi finansial, apakah pembangkit tersebut di rehabilitasi atau diganti baru. Tools tersebut biasanya memakai replacement policy yang sebaiknya dibakukan oleh PLN Pusat.
Untuk kondisi PLN, bisa juga dilakukan : pembangkit yang derating diganti pembangkit baru yang lebih efisien dengan unit size lebih besar, sedangkan pembangkit lama di rehabilitasi dan di relokasi ke sistem yang lebih kecil.
Kondisi PLN yang kurang sehat secara financial seperti saat ini, hendaknya bukan menjadi halangan untuk melakukan ini semua.
DERATING PADA SYSTEM
Istilah derating pada sistem sangat menyesatkan. Sama sekali berbeda dengan derating yang telah kita bahas diatas. Banyak pertanyaan masyarakat awam diluar sana yang dari dulu sampai sekarang mempertanyakan kenapa PLN yang memiliki daya terpasang 25.000 MW (misalnya), baru dibebani 20.000 MW (misalnya lagi), sudah mengalami pemadaman bergilir, kemudian timbul pernyataan menyesatkan berikutnya : ada ketidak efektifan pengelolaan assets di PLN.
Seperti yang kita pahami bersama bahwa data agregat seperti diatas, baik data daya terpasang maupun beban puncak, tidak bisa dijumlahkan, selain dalam sistem yang sama. Data agregat yang biasa disajikan daerah ataupun pusat, bila di analisa, tidak memiliki arti yang benar, tidak bisa ditarik kesimpulan apapun. Untuk konsumsi masyarakat awam, perlu dicari data ataupun cara analisa yang khusus, yang tidak terlalu menyesatkan.
Ada lagi kebiasaan PLN yang banyak membingungkan orang, yaitu tentang kapasitas pembangkit. Di PLN, bila orang bertanya tentang kapasitas pembangkit, kawan kita pasti menyebut daya terpasang, gross capacity, name plate capacity, sedangkan orang dari negara lain menangkapnya sebagai daya mampu, nett capacity. Sudah waktunya PLN merubah terminology menjadi :
daya = daya netto (daya terpasang – pemakaian sendiri).
Untuk keperluan analisa harus dibahas setiap sistem kelistrikan, baik besar ataupun kecil. Kita sebaiknya melakukan edukasi kepada masyarakat tentang seluk beluk kelistrikan dan cara evaluasinya, secara terus menerus, tidak mengenal bosan.
Selain beban puncak dan daya terpasang, selisih dari keduanya memiliki komposisi : pemakaian sendiri, cadangan operasi dan pembangkit tak siap. Sebagai gambaran selengkapnya dibawah ini contoh neraca daya (potret sesaat rincian kondisi supply-demand) dari suatu sistem.
Contoh (typical) neraca daya suatu sistem
1. Beban Puncak ………………………………………………………………………………. 100 %
2. Pembangkit tak siap ……………………………………………………………………. 22 %
• Derating ………………………….. 2% – 6 %
• Maintenance outages …….. 2% – 6%
• Forced outages ……………… 2% – 7%
• Planned outages …………….. 5% – 8%
• Variasi musim ………………… 1% – 10%
3. Cadangan operasi ( = daya kit terbesar) …………………………………. 9 %
4. Pemakaian sendiri ……………………………………………………………………….. 5 %
________________________________________________
Daya terpasang yang diperlukan ……………………. 136 %
Untuk melayani beban puncak dengan baik, diperlukan daya terpasang sebesar 1,36 kali beban puncak.
Angka-angka diatas sangat kondisional.
Keterangan (detilnya perlu kesepakatan antara pengelola pembangkitan dengan operator sistem) :
- Derating : penurunan daya mampu dari yang seharusnya (hasil commissioning).
- Maintenance outages : keluar sistem dengan pemberitahuan sebelumnya, karena perlu perbaikan.
- Forced outages : keluar sistem karena trip ataupun pemberitahuan mendadak.
- Planned outages : keluar sistem yang telah direncana diawal tahun.
- Variasi musim : penurunan daya mampu karena alam, musim, suhu ambient.