Kamis, 26 Januari 2017

Burner on a steam power plant coal.

Duniapembangkitlistrik.blogspot.com  - Burner menjadi alat untuk mencampur batubara dengan udara dan sebagai nozzle untuk mendorong campuran bahan bakar tersebut ke dalam furnace boiler.

Pulverized fuel yang keluar dari pulverizer dibawa oleh udara bertekanan menuju ke burner malalui pipa-pipa, di sisi lain ada pula udara tambahan (biasa disebut secondary air) yang disupply untuk memenuhi kebutuhan pembakaran.Secondary air dalam debit tertentu tersebut bertemu dengan pulverized fuel pada burner.

Keduanya bercampur dan terdorong menuju ke tengah-tengah furnace untuk dibakar. Pada proses penyalaan boiler diperlukan proses penyalaan awal untuk campuran bahan bakar tersebut, dan umumnya boiler-boiler besar menggunakan bahan bakar bantuan seperti solar (HSD) untuk membantu proses penyalaan awal.

Komponen-komponen dari coal burner umumnya adalah sebagai berikut:

- Oil Gun. Bagian ini berfungsi untuk mensupply bahan bakar (biasanya HSD) ke dalam boiler sebagai proses penyalaan awal boiler dan juga proses pematian boiler. Pada oil gun terdapat dua saluran utama yakni saluran fuel oil dan saluran atomizing air.

Atomizing air berfungsi untuk membentuk kabut bahan bakar HSD tadi sehingga lebih mudah terbakar. Pada oil gun juga terdapat ignitor yang berfungsi sebagai pemantik untuk menyalakan bahan bakar tadi.

- Damper udara termasuk di dalam bagian burner. Damper ini mengatur supply udara pembakaran yang masuk ke boiler.

- Coal Nozzle. Bagian ini sebagai ujung masuknya pulverized fuel ke dalam furnace boiler.

- Flame Scanner. Adalah alat sensor api yang berfungsi untuk membaca apakah terjadi proses pembakaran pada burner.

Pada proses penyalaan awal, boiler akan menggunakan bahan bakar HSD. Dengan bantuan ignitor sebagai pemantik apinya, HSD akan terbakar di dalam furnace dengan jarak aman tertentu. Jika proses pembakaran dengan menggunakan HSD dirasa telah stabil (biasanya ditandai dengan jumlah tertentu uap air yang dihasilkan boiler) maka pulverized fuel dapat dimasukkan ke dalam proses pembakaran dengan tanpa menghentikan supply HSD.

Supply HSD akan dihentikan jika flame scanner telah membaca pulverized fuel terbakar di ujung burner. Jarak api yang terbentuk pada ujung burner harus dijaga pada jarak aman tertentu, hal ini berhubungan dengan keselamatan kerja agar api tidak menjalar ke pipa-pipa supply pulverized fuel.

Senin, 23 Januari 2017

SUTET (Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi)

Duniapembangkitlistrik.blogspot.com - SUTET atau saluran udara tegangan tinggi adalah media pendistribusian listrik oleh PLN berupa kabel dengan tegangan listriknya dinaikkan hingga 500 kV yang ditunjukkan untuk menyalurkan listrik dari pusat pembangkit listrik menuju pusat - pusat beban yang jaraknya sangat jauh.

SUTET dapat dikelompokkan menjadi 2 macam yaitu SUTET pipa bawah laut atau tanah dan SUTET konstruksi udara. Indonesia merupakan negara kepulauan yang menggunakan 2 macam SUTET ini, SUTET bawah air digunakan untuk mendistribusikan listrik antar satu pulau dengan pulau lainnya, sedangkan SUTET konstruksi udara digunakan untuk mendistribusikan listrik di darat.

Karena, SUTET merupakan kawat yang berarus maka tentu saja SUTET menghasilkan medan listrik dan medan magnet dalam bentuk gelombang elektromagnetik. Adapun dampak yang ditimbulkan oleh medan listrik pada SUET yang dapat dirasakan secara kasat mata:
- menimbulkan suara / bunyi mendesis akibat ionisasi pada permukaan penghantar (konduktor) yang kadang disertai warna keunguan.
- bulu/rambut berdiri pada bagian badan yang terpajan akibat gaya tarik medan listrik yang kecil.
- lampu neon atau tespen dapat menyala tetapi redup, akibat gas neon didalam tabung lampu dan tespen terionisasi.
- kejutan lemah paa sentuhan pertama terhadap benda - benda yang mudah menghantar listrik (seperti atap seng, pagar besi, kawat jemuran dan badan mobil, dll).

Atas alasan keamanan maka pemerintah melalui Peraturan Menteri Pertambangan dan Energi No. 01.P/47/MPE/1992 mengatur tentang syarat pembangunan SUTET, yaitu agar jarak minimum titik tertinggi bangunan (pohon) terhadap titik terendah kawat penghantar SUTET 500 kV harus memenuhi ketentuan sebagai berikut:
1. Jarak minimum titik tertinggi bangunan tahan api terhadap titik terendah kawat penghantar SUTET 500 kV adalah 8,5 m
2. Jarak minimum titik tertinggi jembatan besi terhadap titik terendah kawat penghantar SUTET 500 kV adalah 8,5 m
3. Jarak minimum jalan kereta api terhadap titik terendah kawat penghantar SUTET 500 kV adalah 15 m
4. Jarak minimum lapangan terbuka terhadap titik terendah kawat penghantar SUTET 500 kV adalah 11 m
5. Jarak minimum titik tertinggi bangunan tidak tahan api terhadap titik terendah kawat penghantar SUTET 500 kV adalah 15 m
6. Jarak minimum jalan raya terhadap titik terendah kawat penghantar SUTET 500 kV adalah 15 m

Dalam pembangunan SUTET juga dikenal dengan istilah ruang bebas dan ruang aman. Ruang bebas adalah ruang yang harus bebas dari benda dan kegiatan lainnya sedangkan ruang aman adalah ruang yang berada diluar ruang bebas dimana pada ruang aman lahan / tanahnya yang masih dapat dimanfaatkan.

Ruang bebas dan aman dapat diatur besarnya sesuai dengan kebutuhan pada saat mempersiapkan rancang bangun.

Ruang aman dapat diperluas dengan cara meninggikan menara dan atau memperpendek jarak antara menara, sehingga bila ada pemukiman yang akan dilintasi SUTT atau SUTET yang akan dibangun berada didalam ruang yang aman. 

Sabtu, 21 Januari 2017

GI (Gardu Indu)

Duniapembangkitlistrik.blogspot.com - Gardu Induk merupakan simpul didalam sistem tenaga listrik, yang terdiri dari susunan dan rangkaian sejumlah perlengkapan yang dipasang menempati suatu lokasi tertentu untuk menerima dan menyalurkan tenaga listrik, menaikkan dan menurunkan tegangan sesuai dengan tingkat tegangan kerjanya, tempat melakukan kerja switching rangkaian suatu sistem tanaga listrik dan untuk menunjang keandalan sistem tenaga listrik terkait.


Pengertian dan Fungsi Gardu Induk
  • Gardu Induk adalah suatu instalasi listrik mulai dari TET (Tegangan Ekstra Tinggi), TT (Tegangan Tinggi) dan TM (Tegangan Menengah) yang terdiri dari bangunan dan peralatan listrik.
  • Fungsi Gardu Induk adalah untuk menyalurkan tenaga listrik (kVA, MVA) sesuai dengan kebutuhan pada tegangan tertentu. Daya listrik dapat berasal dari Pembangkit atau dari gardu induk lain.


Jenis Gardu Induk


1. Menurut Pelayanannya
  • Gardu Transmisi, yaitu gardu induk yang melayani untuk TET dan TT
  • Gardu Distribusi, yaitu gardu induk yang melayani untuk TM


2. Menurut Penempatannya
  • Gardu induk pasangan dalam (Indoor Substation)
  • Gardu induk pasangan luar (Outdoor Substation)
  • Gardu induk sebagian pasangan luar (Combine Outdoor Substation)
  • Gardu induk pasangan bawah tanah (Underground Substation)
  • Gardu induk pasangan sebagian bawah tanah (Semi Underground Substation)
  • Gardu induk mobi (Mobile Substation)


3. Menurut Isolasinya
  • Gardu induk yang menggunakan udara guna mengisolir bagian-bagian yang bertegangan dan bagian bertegangan lainnya dan dengan bagian yang tidak bertegangan/tanah.
  • Gardu induk yang menggunakan gas guna mengisolir bagian-bagian yang bertegangan dan bagian bertegangan lainnya dan dengan bagian yang tidak bertegangan/tanah. Isolasi gas yang digunakan adalah gas SF6 pada tekanan tertentu.


4. Menurut rel
  • Gardu induk dengan satu rel (single busbar)
  • Gardu induk dengan dua rel (double busbar)
  • Gardu induk dengan dua rel sistem 1,5 PMT (one and half circuit breaker)

Selasa, 17 Januari 2017

Sistem Kontrol Pembakaran Batubara pada Boiler

DUNIA PEMBANGKIIT LISTRIK - Pada sebuah boiler dengan bahan bakar batubara, sistem kontrol pembakaran yang ada menjadi satu hal yang sangat krusial. Untuk memaksimalkan efisiensi operational, proses pembakaran harus diatur secara akurat, sehingga bahan bakar yang digunakan harus pada jumlah yang tepat sesuai dengan kebutuhan uap air. Selain itu, proses pembakaran harus dilakukan dengan aman, sehingga tidak membahayakan para pekerja, pabrik, serta lingkungan sekitar.
Jumlah batubara dengan udara sehingga didapatkan proses pembakaran yang sempurna di dalam furnaceboiler diatur sesuai dengan air-fuel ratio teoritis. Namun secara prakteknya, untuk mendapatkan pembakaran yang sempurna tersebut tidaklah mudah. Karena faktor kerugian dari proses pembakaran tidak mungkin dapat dihindari. Yang dapat dilakukan yaitu mengatur proses pembakaran dengan menekan serendah-rendahnya kerugian/losses yang mungkin terjadi.
Ada dua faktor kerugian yang muncul pada saat proses pembakaran batubara dilakukan. Jika jumlah udara (oksigen) kurang dari kebutuhan pembakaran, maka jumlah bahan bakar yang tidak terbakar akan semakin banyak sehingga terbuang sia-sia melalui cerobong (stack). Namun jika sebaliknya, jumlah oksigen semakin banyak yang ditandai dengan jumlah excess air juga semakin banyak, maka akan semakin banyak pula energi panas yang ikut terbuang keluar karena diserap oleh excess airtersebut. Kerugian yang kedua ini sering disebut dengan heat loss. Oleh karena adanya dua macam kerugian inilah maka dicari kerugian total yang paling rendah. Untuk lebih memahami kerugian-kerugian dari proses pembakaran batubara tersebut mari kita perhatikan grafik di bawah ini. Sesuai dengan grafik tersebut kerugian total yang paling rendah, didapatkan pada jumlah excess air "A".
20121111-015005 AM.jpg
Heat Losses dan Unburned Losses Pada Furnace
Berikut adalah contoh sistem-sistem kontrol proses pembakaran batubara pada boiler mulai dari yang paling sederhana hingga yang kompleks:
1. Sistem Kontrol Paralel
Cara yang paling sederhana dalam mengontrol proses pembakaran batubara adalah dengan mengatur jumlah batubara dan udara yang masuk ke boiler secara paralel. Jumlah batubara yang masuk ke dalam boiler diatur oleh sebuah control valve sedangkan jumlah udara diatur oleh damper, keduanya dihubungkan secara mekanikal sehingga setiap perubahan jumlah batubara yang masuk akan selalu diikuti oleh jumlah udara yang masuk ke boiler.
20121126-080458 AM.jpg
Sistem Kontrol Paralel Pembakaran Batubara
Sistem kontrol ini cocok digunakan pada boiler-boiler berukuran kecil. Dan akan semakin tidak cocok jika digunakan pada boiler yang berukuran semakin besar. Kelemahan mendasar dari sistem kontrol ini adalah adanya asumsi bahwa jumlah dari batubara dan udara yang masuk ke boiler adalah konstan sesuai dengan yang diharapkan, jika posisi control valve dan damper pada posisi tertentu. Sehingga jumlah excess air serta jumlah aktual batubara yang masuk ke boiler tidak diketahui secara tepat.
2. Flow Ratio Control
Pada sistem kontrol yang kedua ini, digunakan sensor pembacaan debit aliran udara dan bahan bakar sebagai input untuk mengontrol jumlah udara yang masuk ke boiler. Sistem kontrol ini juga menggunakan persamaan teoritis untuk memproses sinyal input dari debit aliran batubara sehingga didapatkan kontrol udara yang lebih mendekati teoritis.
20121126-082734 AM.jpg
Flow Ratio Control
Sistem kontrol ini disebut dengan sistem kontrol fuel-lead, karena sistem ini menjadikan debit batubara sebagai nilai acuan untuk mengatur besar aliran udara yang akan masuk ke boiler. Pada sistem ini perintah utama kebutuhan pembakaran batubara yang diatur oleh master demand, dikirimkan hanya kepada control valve batubara. Kebalikan dari sistem ini adalah sistem air-lead, dimana debit aliran udara menjadi nilai acuan sistem kontrol.
3. Sistem Kontrol Bersilangan
Sistem kontrol ini mirip dengan sistem kontrol paralel, hanya saja sudah dipergunakannya sensor pembacaan debit aliran batubara dan udara sebagai sinyal feed-forward. Masing-masing sistem kontrol bahan bakar dan udara mendapatkan sinyal perintah utama dari master demand, namun nilai kontrol-nya masih dipengaruhi juga oleh kondisi aktual debit aliran batubara dan udara. Hasil akhir dari sistem kontrol ini adalah diharapkan terjadi proses pembakaran yang lebih responsif untuk perubahan nilai beban boiler serta lebih akurat.
20121126-085504 AM.jpg
Sistem Kontrol Bersilangan
4. Penggunaan Sensor Excess Air
Satu parameter yang dapat digunakan untuk lebih mempresisikan sistem kontrol pembakaran batubara pada boiler adalah jumlah excess air pada gas buang hasil pembakaran. Pembacaan excess airpada gas buang menggunakan oxygen analyzer. Pembacaan excess air digunakan sebagai sinyal feed forward pada sistem kontrol pembakaran batubara.
20121126-110308 AM.jpg
Pembacaan Excess Air Sebagai Sinyal Input Sistem Kontrol
5. Penggunaan Sensor Gas Buang Lainnya
Sistem kontrol pembakaran batubara pada boiler yang terakhir adalah dengan melibatkan parameter-parameter lain selain excess air. Salah satu parameter penting tersebut adalah gas karbon monoksida. Kandungan karbon monoksida dalam gas buang menunjukkan jumlah gas yang tidak terbakar di ruang bakar. Sehingga sistem kontrol ini secara nyata berusaha untuk meminimalisir kerugian terbuangnya bahan bakar yang tidak dapat dibakar, serta kerugian (heat loss) akibat excess air yang terlalu besar.
20121126-111911 AM.jpg

Pembacaan Gas CO dan O2 Pada Sistem Kontrol Pembakaran Batubara

Jumat, 06 Januari 2017

Tagihan Listrik Rumah Membengkak ? Coba Lakukan Tips Ini !



  • Dunia Pembangkit Listrik - Ada beberapa hal yang dapat dilakukan guna mengurangi jumlah pengeluaran tagihan listrik tiap bulannya. Tips berikut mungkin juga berguna untuk Anda yang sering mengalami tagihan listrik yang membengkak diantaranya sebagai berikut ini:
  • Tips Menghemat Listrik

    1. Nyalakan listrik seperlunya saja, selebihnya dimatikan saja
    2. Hindari menyimpan makanan panas ke dalam kulkas
    3. Atur serta sesuaikan suhu AC berdasar luas ruangan
    4. Pergunakan mesin cuci sesuai dengan kapasitas
    5. Buatlah tandon air jika Anda menggunakan mesin pompa
    6. Belilah setrika yang memiliki pengatur panas otomatis
    7. Nyalakan televisi ketika Anda ingin menonton, jangan dibiasakan tv menyala ketika Anda tertidur
    8. Ketika ingin memasak nasi dengan rice cooker, gunakan air yang telah dipanaskan terlebih dahulu, cara ini dapat mempersingkat waktu memasak sehingga pemakaian listrik dapat dihemat
    9. Ketika siang hari manfaatkan sinar matahari untuk menyinari di dalam ruangan rumah Anda
    10. Gunakan lampu hemat energy, untuk komputer Anda gunakan monitor LCD atau LED karena lebih hemat listrik daripada menggunakan monitor tabung.
  • Cara Menghemat Listrik

    1. Lepaskan charger telepon genggam bila tidak sedang digunakan, karena bila charger dibiarkan tetap terpasang pada sumber listrik, maka listrik akan terbuang sia-sia.
    2. Jika peralatan listrik Anda TV, radio, charger, komputer, kulkas, dll tidak sedang digunakan dalam jangka lama, sebaiknya Anda matikan dengan menekan off, namun meskipun Anda sudah menekan off ternyata listrik masih tetap mengalir ke peralatan elektronik Anda sebaiknya Anda juga mencabut kabel dari pusat sumber listrik.
    3. Hindari pemasangan steker secara bertumpuk untuk menghindari korsleting yang dapat menimbulkan kebakaran
    4. Jika Anda masih saja kesulitan dalam mengontrol pengunaan listrik di rumah, kini Anda dapat mempertimbangkan untuk beralih menggunakan listrik prabayar. Sama seperti membeli pulsa telepon, tagihan listrik akan disesuaikan dengan paket yang Anda beli dan akan habis dengan sendirinya jika kuota telah tercapai.
    Demikianlah beberapa tips serta cara yang biasa atau umumnya pergunakan di rumah dalam mengontrol pemakaian listrik rumah. Gunakan listrik secara bijak meski Anda mampu untuk membayarnya, karena listrik sebagian masih mengandalkan bahan bakar fosil sebagai tenaga pembangkitnya.
  • Oleh karena itu, jika kita dapat mengontrol penggunan listrik dengan bijaksana, maka dengan kata lain kita sudah turut serta berpartisipasi dalam penghematan energi. Serta, jangan melakukan kecurangan atau mencuri listrik selain membahayakan juga termasuk tindakan hukum, tercela dan korupsi atau mafia listrik.
  • Listrik untuk kehidupan yang lebih baik.

 
biz.