Tampilkan posting dengan label pltm. Tampilkan semua posting
Tampilkan posting dengan label pltm. Tampilkan semua posting

Minggu, 02 April 2017

PLTM

Apakah PLTM (atau PLTMH) itu ?

Turbin Minihidrp – PLTM, efisien dan inofatif

Kami telah dan sedang membuat beberapa Feasibility Study dan perencanaan (DED) beberapa Pembangkit Listrik Tenaga Minihidro atau Mikrohidro (PLTM atau PLTMH) di wilayah Sumatra bagian utara (Sumbagut). PLTM itu semacam PLTA (Pembangkit listrik tenaga Air) hanya saja ukuran bangunannya lebih kecil dan juga daya listrik yang dibangkitkannya juga lebih kecil; umumnya dibawah 1 MW (1000 kilo Watt) atau yang terbesar sampai 10 MW. Jadi, PLTM, atau ada juga yang menyebutnya dengan PLTMH, boleh disebut sebagai PLTA mini. Secara global dikategorikan sebagai Small Hydroelectric Plant.

Sebagai gambaran tentang PLTM maka Anda bisa melihat gambar-gambar struktur banguan dan penjelasannya berikut ini:

PLTM di Sumatera Utara

Berikut adalah rangkaian gambar salah satu PLTM yang telah selesai dilaksanakan di salah satu wilayah Sumatra Utara. Susunan (lay out) bangunannya terdiri dari:

Bendung (weir)Bangunan pengambilan (intake)Saluran pembawa (waterway/headrace)Kolam penenang (headpond/forebay)Pipa pesat (penstock)Sentral Pembangkit (powerhouse)Saluran Pembuangan (tailrace)

1. Bendung (Weir).

Bendung (weir)

Harap bedakan bendung (Weir) dengan bendungan (Dam). Bendung atau weir ukurannya lebih kecil daripada bendungan, dan keduanya berfungsi menahan/membendung arus sungai untuk meninggikan muka air sungai lalu membelokkan airnya ke arah bangunan pengambilan (intake).

2. Bangunan Pengambilan (Intake)

Intake dan sandtrap

Bangunan ini berfungsi menyadap air sungai yang ditahan oleh bendung untuk disalurkan menuju penstock dan sentral pembangkit. Air yang disadap bisa diukur dan diatur jumlahnya melalui pintu pengambilan. Setelah masuk pintu intake maka air akan mengalir melewati kolam pengendapan (sand-trap / desander) untuk mengendapkan pasir dan partikel-partikel lain yang bisa membahayakan turbin. Setelah melalui fasilitas ini maka air mengalir ke saluran waterway dalam kondisi bersih, terbebas dari partikel-partikel yang membahayakan turbin.

3. Saluran Headrace (Waterway)

Untuk PLTM umumnya berupa saluran terbuka, berfungsi untuk menyalurkan air dari intake menuju ke kolam penenang (headpond atau forebay). Saluran ini bisa pendek sekitar 200 meter, ataupun sangat panjang, yaitu mencapai 2,50 kilometer atau lebih.

4. Kolam Penenang (Headpond atau Forebay)

Kolam ini berfungsi menampung air yang datang dari waterway dan meredam atau menenangkan kecepatan air yang ada, lalu mengalirkan air yang sudah tenang itu ke arah turbin melalui saluran pipa pesat (penstock). Ukuran standarnya: lebar kolam sama dengan 3 kali lebar waterway, sedangkan panjang kolam adalah 3 kali lebarnya. Kolam ini dilengkapi dengan pelimpah (spillway), pintu penguras, dan saringan (trash rack). Dengan dermikian air yang akan memutar turbin sudah tenang, tidak bergejolak dan bersih dari lumpur.

5. Pipa Pesat (Penstock)

Pipa pesat membawa air dari headpond menuju ke arah turbin dengan kecepatan air yang tinggi. Umumnya pipa pesat terbuat dari baja tebal. Untuk PLTM, diameter pipa pesat bervariasi, mulai dari 50 cm sampai dengan 3 meter; tergantung dari besarnya debit sungai dan debit banjir rencana. Pipa pesat sebaiknya dipasang dengan kemiringan yang curam, yaitu antara kemiringan 1 : 1 sampai 1 : 2 (vertical : horisontal) untuk menjamin agar bisa berfungsi dengan baik, yaitu agar kecepatan air yang dihantarkannya mampu memutar turbin dengan putaran yang seemesitnya.

 
biz.