Jumat, 10 November 2017

Pengertian Rangkaian Seri, Paralel Dan Paralel | Dunia Pembangkit Listrik

DUNIA PEMBANGKIT LISTRIK - Pada kesempatan kali ini Dunia Kurikulum akan membahas mengenai Rangkaian Listrik Paralel dan Seri. Sebelumnya kita harus tahu terlebih dahulu apa itu rangkaian listrik? Rangkaian listrik adalah suatu hubungan sumber listrik dengan alat-alat listrik lainnya yang mempunyai fungsi-fungsi tertentu. 

Komponen sebuah rangkaian listrik atau rangkaian elektronik dapat dihubungkan dengan berbagai cara. Dua tipe paling sederhana adalah rangkaian seri dan parallel. Rangkaian yang disusun secara sejajar disebut rangkaian seri, sedangkan rangkaian yang disusun secara berderet disebut rangkaian paralel.


1. Rangkaian Seri
Rangkaian seri adalah rangkaian alat-alat listrik yang disusun berurutan tanpa cabang. Perhatikan gambar rangkaian seri di bawah ini! 

Rangkaian Listrik Seri, Paralel dan Campuran
Gambar Rangkaian Listrik Seri
Berdasarkan contoh rangkaian seri di atas, maka ciri-ciri rangkaian seri adalah sebagai berikut.
  1. Arus listrik mengalir tanpa melalui cabangArus listrik yang mengalir melalui lampu 1 melalui lampu 2, demikian pula yang melalui baterai 1 dan baterai 2.
  2. Jika salah satu alat listrik dilepas atau rusak maka arus listrik akan putus.

2. Rangkaian Paralel

Rangkaian paralel adalah rangkaian alat-alat listrik yang dihubungkan secara berjajar dengan satu atau beberapa cabang. Alat listrik yang dapat dirangkai secara paralel adalah lampu dan baterainya. Perhatikan gambar rangkaian paralel di bawah ini!

a Lampu disusun paralel 

Rangkaian Listrik Seri, Paralel dan Campuran
Gambar Rangkaian Listrik Paralel dengan Lampu disusun Paralel

b Baterai disusun paralel
Rangkaian Listrik Seri, Paralel dan Campuran
Gambar Rangkaian Listrik Paralel dengan Baterai disusun Paralel
Berdasarkan contoh di atas maka ciri-ciri rangkaian paralel sebagai berikut.
  1. Arus mengalir melalui satu cabang atau lebih. Arus listrik yang melalui lampu 1 atau baterai 1 tidak melalui lampu 2 atau baterai 2.
  2. Jika salah satu alat listrik dilepas atau rusak arus listrtik akan tetap mengalir melalui cabang yang lain. Rangkaian listrik di rumah kita dipasang secara paralel, sehingga jika salah satu lampu dipadamkan lampu yang lainnya tetap menyala.

3. Rangkaian Campuran

Rangkaian campuran adalah rangkaian perpaduan antara rangkaian seri dan parallel. Perhatikan contoh rangkaian campuran berikut!

Rangkaian Listrik Seri, Paralel dan Campuran
Gambar Rangkaian Listrik Campuran
Demikian penjelasan singkat mengenai Rangkaian Listrik Seri, Paralel dan Campuran, semoga bermanfaat serta menambah cakrawala pengetahuan sains kita. Maju Terus Pendidikan Indonesia.

Kamis, 02 Februari 2017

Konversi Biogas Ke Listrik

Konversi Biogas Ke Listrik

Duniapembangkitlistrik.blogspot.com - Pemilihan sampah sebagai poin penting dalam konversi biogas ke listrik. Potensi sampah dan biomassa sudah  pasti ada di setiap daerah, karena setiap hari manusia secara natural selalu menghasilkan sampah demi memenuhi kebutuhannya.

Namun memang, potensi sampah dan biomassa di setiap daerah berbeda sebanding dengan jumlah penduduknya. Makin banyak jumlah penduduk di setiap daerah, potensi sampah dan biomassa yang dihasilkan makin besar pula.

Solusi yang diberikan oleh pemerintah daerah adalah landfill yaitu pembuangan sampah di suatu daerah yang disebut dengan TPA (Tempat Pembuangan Akhir) serta pengolahan yang dilakukan secara ‘tidak efisien’.

Dikatakan demikian karena sampah – sampah organik dikumpulkan di TPA dan diharapkan terdegenerasi kembali ke tanah secara alami sedangkan sampah anorganik dikumpulkan lagi – lagi secara tidak efisien oleh pemulung.

Kekurangan dari landfill ini adalah dibutuhkannya lahan yang luas dan menggunungnya sampah organik karena penambahan sampah oleh manusia tidak sebanding dengan degenerasi sampah oleh bakteri – bakteri pengurai.

Selain itu berkaitan dengan global warming, penumpukan sampah dengan cara ini berpotensi menghasilkan gas methan (combustible gas) yang notabene menjadi salah satu penyebab potensi pemanasan global dan penipisan lapisan ozon.

Manajemen Pengelolaan Sampah

Masalah sampah sudah menjadi masalah global, dibuktikan oleh keluarnya protokol Kyoto yang mengikat semua negara agar dapat mengolah limbahnya dengan lebih serius. Pemerintah Indonesia setidaknya telah mengedarkan Undang – Undang Nomor 18 Tahun 2008 Tentang Pengelolaan Sampah dan dimungkinkan untuk adanya Peraturan Perundangan lain yang dapat melengkapi Undang – Undang ini.

Ini menjadi bukti keseriusan pemerintah Indonesia dalam mengelola sampah dan sebagai langkah penting pemerintah dalam pembangunan lingkungan hidup yang lebih baik dengan diikuti oleh penerapan di lapangan yang tertib, berkesinambungan, dan berkelanjutan. Tinggal bagaimana regulasi manajemen pengelolaan sampah yang berupa Undang – Undang ini diterapkan di lapangan oleh seluruh aparat yang berkaitan dan masyarakat secara keseluruhan.

Regulasi pendukung seperti peraturan daerah dan pelaksanaan kompensasi secara tertib juga sangat penting dalam kaitannya dengan penerapan di tingkat daerah. Tanpa Peraturan Daerah dan pelaksanaan kompensasi secara tertib, tidak akan ada regulasi yang mengikat masyarakat, sehingga masyarakat merasa perlu untuk melakukan manajemen pengelolaan sampah ini dalam lingkup rumah tangga maupun lingkup yang lebih luas.

Dengan manajemen sampah, TPA bukan lagi menjadi tempat penampungan sampah melainkan akan menjadi tempat penampungan residu sampah yaitu sampah – sampah khusus yang karena sifat dan bahannya tidak bisa didaur ulang lagi, sampah organik, maupun sampah anorganik yang tidak bisa di daur ulang karena nilai ekonomisnya sangat rendah dan sulit untuk dimanfaatkan.

Untuk sampah – sampah khusus dibutuhkan teknologi tertentu untuk mengelolanya, sedangkan sampah organik dan anorganik yang ditampung sebenarnya memiliki potensi energi di dalamnya dengan penanganan tertentu. Teknologi yang kemudian ditawarkan untuk mengolah potensi ini adalah teknologi konversi energi.

Konversi Biogas

Sampah organik (termasuk didalamnya sisa makanan) dapat dikonversi menjadi listrik dengan menggunakan teknologi konversi sampah menjadi gas methan (combustible gas), lalu menjadi listrik yang disebut dengan biogas. Sedangkan sampah organik yang berupa biomassa dapat dikonversikan menjadi listrik dengan cara direct combustion yang dikenal dengan PLTSa (Pembangkit Listrik Tenaga Sampah).

Secara alami, sampah organik dengan bantuan bakteri pengurai menghasilkan gas methan sebagai hasil sampingan dari kegiatan degenerasi penguraian sampah. Gas methan (combustible gas) ini menurut para peneliti, jika terbuang di alam berpotensi sebagai perusak lapisan ozon dan meningkatkan efek global warming. Untuk itulah menjadi penting pemanfaatan gas methan  menjadi listrik karena selain dapat mengurangi dampak pemanasan global, juga dapat menambah suplai listrik di daerah.

Secara umum, unsur dalam sampah yang dapat dimanfaatkan menjadi biogas adalah sebesar 69% yaitu 42% sampah organik dan 27% sampah sisa makanan (Mauliva,2009). Untuk mempercepat terjadinya biogas dalam proses fermentasi sampah organik, biasanya digunakan katalisator berupa penambahan bakteri pengurai sampah yaitu bakteri saprofit (wikipedia). Teknologi konversi biogas menjadi listrik yang digunakan misalnya adalah PLTGU (Pembangkit Listrik Tenaga Gas Uap) yang bekerja berdasar siklus kombinasi (siklus Rankine dan Brayton) yang merupakan sistem pembangkit listrik yang memanfaatkan sejumlah panas terbuang (exhaust gas) di turbin gas PLTG yang temperaturnya relatif tinggi untuk menghasilkan uap pada turbin uap (Rais,2006).

Namun, teknologi konversi biogas ini masih terkendala terhadap isu ketahanan dan keawetan material yang digunakan karena biogas yang salah satu komposisinya adalah H2S (hidrogen sulfida) mengakibatkan bahan yang dilewatinya rentan terhadap korosi. Sehingga diperlukannya inovasi rekayasa teknologi material yang dapat berperan meningkatkan kekuatan material yang digunakan.

Dalam pengolahan sampah menjadi biogas, manajemen sampah dalam bentuk pemilahan sampah dari tingkat rumah tangga sampai ke tingkat landfill menjadi sangat penting karena dengan manajemen yang baik, pengolahan sampah menjadi lebih fokus dan tertata secara efektif serta mempermudah pengambilan bahan untuk biogas yang berupa sampah residu (sampah organik).

Jumat, 06 Januari 2017

Tagihan Listrik Rumah Membengkak ? Coba Lakukan Tips Ini !

Tagihan Listrik Rumah Membengkak ? Coba Lakukan Tips Ini !


  • Dunia Pembangkit Listrik - Ada beberapa hal yang dapat dilakukan guna mengurangi jumlah pengeluaran tagihan listrik tiap bulannya. Tips berikut mungkin juga berguna untuk Anda yang sering mengalami tagihan listrik yang membengkak diantaranya sebagai berikut ini:
  • Tips Menghemat Listrik

    1. Nyalakan listrik seperlunya saja, selebihnya dimatikan saja
    2. Hindari menyimpan makanan panas ke dalam kulkas
    3. Atur serta sesuaikan suhu AC berdasar luas ruangan
    4. Pergunakan mesin cuci sesuai dengan kapasitas
    5. Buatlah tandon air jika Anda menggunakan mesin pompa
    6. Belilah setrika yang memiliki pengatur panas otomatis
    7. Nyalakan televisi ketika Anda ingin menonton, jangan dibiasakan tv menyala ketika Anda tertidur
    8. Ketika ingin memasak nasi dengan rice cooker, gunakan air yang telah dipanaskan terlebih dahulu, cara ini dapat mempersingkat waktu memasak sehingga pemakaian listrik dapat dihemat
    9. Ketika siang hari manfaatkan sinar matahari untuk menyinari di dalam ruangan rumah Anda
    10. Gunakan lampu hemat energy, untuk komputer Anda gunakan monitor LCD atau LED karena lebih hemat listrik daripada menggunakan monitor tabung.
  • Cara Menghemat Listrik

    1. Lepaskan charger telepon genggam bila tidak sedang digunakan, karena bila charger dibiarkan tetap terpasang pada sumber listrik, maka listrik akan terbuang sia-sia.
    2. Jika peralatan listrik Anda TV, radio, charger, komputer, kulkas, dll tidak sedang digunakan dalam jangka lama, sebaiknya Anda matikan dengan menekan off, namun meskipun Anda sudah menekan off ternyata listrik masih tetap mengalir ke peralatan elektronik Anda sebaiknya Anda juga mencabut kabel dari pusat sumber listrik.
    3. Hindari pemasangan steker secara bertumpuk untuk menghindari korsleting yang dapat menimbulkan kebakaran
    4. Jika Anda masih saja kesulitan dalam mengontrol pengunaan listrik di rumah, kini Anda dapat mempertimbangkan untuk beralih menggunakan listrik prabayar. Sama seperti membeli pulsa telepon, tagihan listrik akan disesuaikan dengan paket yang Anda beli dan akan habis dengan sendirinya jika kuota telah tercapai.
    Demikianlah beberapa tips serta cara yang biasa atau umumnya pergunakan di rumah dalam mengontrol pemakaian listrik rumah. Gunakan listrik secara bijak meski Anda mampu untuk membayarnya, karena listrik sebagian masih mengandalkan bahan bakar fosil sebagai tenaga pembangkitnya.
  • Oleh karena itu, jika kita dapat mengontrol penggunan listrik dengan bijaksana, maka dengan kata lain kita sudah turut serta berpartisipasi dalam penghematan energi. Serta, jangan melakukan kecurangan atau mencuri listrik selain membahayakan juga termasuk tindakan hukum, tercela dan korupsi atau mafia listrik.
  • Listrik untuk kehidupan yang lebih baik.