Sabtu, 16 September 2017

Sistem Vaccum Kondensor



Prinsip kerja kondensor

  • Kondensor adalah peralatan yang berfungsi untuk mengubah uap air menjadi air
  • Prinsip kerja kondensor proses perubahannya dilakukan dengan cara mengalirkan uap ke dalam suatu ruangan yang berisi pipa-pipa (tubes) yang berisi air pendingin
  • akibat dari proses tersebut maka kondensor dalam kondisi vaccum

Prinsip kerja pompa vaccum

1. Pompa vaccum pada kondensor berfungsi untuk menghisap gas-gas yang tidak dapat terkondensasi (Non condensable gas / NCG) yang terdapat di air pada dalam kondensor

2. Gas-gas tersebut bercampur dengan uap air dan karena sifatnya uncondensable atau tidak dapat terkondensasi dan dapat mengurangi kinerja kondensor maka dikeluarkan dari kondensor

3. Yang tidak diinginkan dari gas-gas tersebut adalah mengurangi bidang kontak perpindahan panas pada kondensor


Penyebab turunnya Vaccum kondensor
  • Tube kondensor kotor
  • Saringan debris (secondary filter) kotor
  • Tekanan gland seal terlalu rendah
  • Vaccum break valve tidak menutup rapat
  • Membran turbin (rupture disc) mengalami keretakan
  • Kinerja vaccum pump turun
  • Water separator level vaccum pump terlalu rendah
  • Leakage disisi inlet vaccum pump
  • Leakage disisi suction CEP
  • Kebocoraan pada ruang kondensor sehingga udara luar ada yang masuk

Minggu, 10 September 2017

Kondensor dan prinsip kerjanya pada PLTU

Kondensor adalah suatu alat yang terdiri dari jaringan pipa dan digunakan untuk mengubah uap menjadi zat cair (air). dapat juga diartikan sebagai alat penukar kalor (panas) yang berfungsi untuk mengkondensasikan fluida.  Dalam penggunaanya kondensor diletakkan diluar ruangan yang sedang didinginkan supaya panas yang keluar saat pengoprasiannya dapat dibuang keluar sehingga tidak mengganggu proses pendinginan.


Kondensor dan Prinsip Kerjanya- image
Cara kerja kondensor- revsangmane.blogspot.com

Prinsip Kerja Kondensor

Prinsip kerja kondensor tergantung dari jenis kondensor tersebut, secara umum terdapat dua jenis kondensor yaitu surface condenser dan direct contact condenser. Berikut klasifiksi kedua jenis kondesor tersebut:

1. Surface Condenser

Cara kerja dari jenis alat ini ialah proses pengubahan dilakukan dengan cara mengalirkan uap kedalam ruangan yang berisi susunan pipa dan uap tersebut akan memenuhi permukaan luar pipa sedangkan air yang berfungsi sebagai pendingin akan mengalir di dalam pipa (tube side), maka akan terjadi kontak antara keduanya dimana uap yang memiliki temperatur panas akan bersinggungan dengan air pendingin yang berfungsi untuk menyerap kalor dari uap tersebut, sehingga temperatur steam (uap) akan turun dan terkondensasi. Surface condenser terdiri dari dua jenis yang dibedakan oleh cara masuknya uap dan air pendingin, berikut jenis-jenisnya:

  1. Type Horizontal Condenser
    Pada type kondesor ini, air pendingin masuk melalui bagian bawah, kemudian masuk kedalam pipa (tube) dan akan keluar pada bagian atas, sedangkap uap akan masuk pada bagian tengah kondensor dan akan keluar sebgai kondensat pada bagian bawah.
  2. Type Vertical condenser
    Pada jenis kondensor ini, tempat masuknya air pendingin melalui bagian bawah dan akan mengalir di dalam pipa selanjutnya akan keluar pada bagian atas kondensor, sedangkan steam akan masuk pada bagian atas dan air kondesat akan keluar pada bagian bawah.




2. Direct Contact Condenser

Cara kerja dari kondensor jenis ini yaitu proses kondensasi dilakukan dengan cara mencampurkan air pendingin dan uap secara langsung. Jenis dari kondensor ini disebut spray condenserpada alat ini proses pencampuran dilakukan dengan menyemprotkan air pendingin ke arah uap. Sehingga steam akan menempel pada butiran-butiran air pendingin tersebut dan akan mengalami kontak temperatur, selanjutnya uap akan terkondensasi dan tercampur dengan air pendingin yang mendekati fase saturated (basah).

Perlu kita ketahui, bahwa setiap industri terkadang memiliki cara kerja pertukaran panas yang berbeda-beda, misalnya saja pada industri migas, fraksi yang panas akan mengalir melalui pipa sedangkan minyak mentah (dingin) akan mengalir diluar pipa. Hal ini dikarenakan fraksi yang mengalir di dalam pipa merupakan hasil yang telah diolah pada menara destilasi sehingga memiliki temperatur yang panas, panas dari fraksi inilah yang dimanfaatkan untuk memanaskan miyak mentah yang akan dimasukkan kedalam kolom destilasi.



Air Pendingin Kondensor

Air pendingin dalam kondensor sangat memiliki peranan penting dalam proses kondensasi uap menjadi condensat water. Bahan baku air pendingin biasanya didapatkan dari danau dan air laut (sea water, dalam proses pengambilannya biasanya digunakan alat sejenis jaring yang berfungsi untuk menjaring kotoran serta benda-benda padat lainnya agar tidak terikut kedalam hisapan pompa yang tentunya dapat mengganggu kinerja kondensor bahkan kerusakan pada peralatan.



Penyebab Penurunan Kinerja Kondensor

Kondensor sangat rentan terhadap gangguan-gangguan yang dapat menghambat kinerjanya, berikut masalah-masalah yang sering terjadi pada kondensor:

1. Non Condesable Gases (gas yang tidak dapat terkondensasi).
Gas ini dapat meneyebabkan kenaikan pressure terhadap kondensor dan menyelimuti permukaan tube-tube yang dapat menghambat transfer panas antara uap dengan cooling water, sehingga gas-gas ini harus dikeluarkan atau dibuang dari dalam kondensor. Cara untuk mengeluarkan udara tersebut biasanya dilakukan dengan bantuan venting pump dan primming pump yang merupakan pompa vakum.

2. Terjadi Fouling Terhadap Kondensor.
Fouling atau endapan sangat mungkin terjadi pada kondensor, endapan yang mengotori tube-tube kondensor ini berasal dari sumber pengambilan bahan baku air pendingin. Seperti yang kita ketahui tempat pengambilan air pendingin berasal dari laut dan kemungkinan besar air tersebut mengandung endapan-endapam kotoran yang ikut masuk dan mengendap pada tube-tube kondensor, hal ini dapat menyebebakan menurunnya laju perpindahan panas pada kondensor, sehingga kualitas air pendingin sangat diperlukan agar mengurangi penyebab fouling pada kondensor. Cara untuk mengeluarkan kotoran tersebut biasanya dilakukan dengan cara:
  • backwash kondensor, yaitu dengan membalikkan arah aliran air pendingin dengan tujuan membuang kotoran yang masuk ke dalam waterbox inlet yang menghalangi proses perpindahan panas pada kondensor, proses ini dilakukan dengan cara membalikkan arah aliran inlet dan outlet.
  • Ball Cleaningproses pembersihan dengan cara ini dapat dilakukan dengan  bola sebgai alat untuk membersihkan tube kondensor. Cara kerjanya yaitu bola akan dimasukkan pada inlet mengikuti aliran  kondensor dan keluar pada waterbox outlet.

Demikianlah sedikit pembahasan tentang kondensor dan prinsip kerjanya, dimana alat merupakan salah satu peralatan industri di berbagai sektor, semoga bermanfaat bagi pembaca. Tentunya artikel ini masih memiliki banyak kekurangan sehingga kritik dan saran yang mendukung sangat saya harapkan, Terimakasih.

Minggu, 02 Oktober 2016

Sistem Air Kondensat Dalam PLTU

Sistem Air Kondensat Dalam PLTU
BLOG'S DUNIA PEMBANGKIT LISTRIK - Kondensasi merupakan perubahan wujud dari gas menjadi cairan. Kondensasi terjadi ketika uap didinginkan menjadi cairan. Cairan yang telah terkondensasi dari uap disebut kondensat. Alat yang digunakan untuk mengkondensasi uap menjadi cairan disebut kondenser.

 
Sistem air kondensat merupakan pasokan utama sistem air pengisi. Mulai dari hotwell sampai ke deaerator
Siklus sistem air kondensat.
Gb. Siklus sistem air kondensat
 
Komponen sistem air kondensat.


* Hotwell adalah tangki penampung yang terletak di bagian bawah kondensor dan berfungsi  untuk menampung air hasil kondensasi uap.

* Condensate pump berfungsi untuk mengalirkan air kondensat dari hotwell menuju deaerator.

* Gland Heater sebagai penukar panas dari ekstraksi turbin/ pemanas awal.

* LP Heater berfungsi untuk meningkatkan efisiensi siklus dengan memanaskan air kondensat. Media panas yang digunakan adalah uap ekstraksi turbin.

* Deaerator merupakan komponen paling hilir dari sistem air kondensat, berfungsi untuk:

- menghilangkan disolved oksigen dan gas – gas (non condensable gas) dari air kondensat.

- Menaikkan temperatur feedwater sampai saturated temperature.

- Sebagai reservoir untuk menjaga supply feedwater dan condensate yang stabil.
Prinsip kerja kondensor

Prinsip kerja daerator.
 Injeksi kimia untuk mengikat oksigen adalah hydrazine.