Rabu, 08 November 2017

Pengertian Air | Dunia Pembangkit Listrik

DUNIA PEMBANGKIT LISTRIK - Pada kesempatan kali ini saya akan membahas tentang AIR. Kenapa saya mengangkat tema tersebut??? Karena, air adalah bahan utama dalam proses siklus dalam PLTU. Tanpa air bukan  disebut dengan pembangkit listrik tenaga uap (PLTU). Selengkapnya simak dibawah ini.


Gambar. Ilustrasi Air


Pengertian Air

Air ialah persenyawaan antara dua atom hydrogen dan satu atom oksigen.

Rumus Kimia Air : H2O  Atau  H-O-H


Jenis - Jenis Air

1. Air hujan
2. Air permukaan (danau, kolam, sungai, waduk, air laut,dll)
3. Air sumber (sumur atau mata air)

Sifat - Sifat Air

1. Tidak berwarna, tidak berbau, tidak berasa
2. Selalu mengandung zat  yang terlarut dan tersuspensi (suspension solid)
3. Bila terjadi kontak dengan udara maka akan mengikat gas

Baca juga : Standar Kualitas Air PLTU

Zat - Zat Yang Terlarut Dan Tersuspensi Didalam Air

Zat tersebut antara lain sebagai berikut :

-  Zat padat yang terlarut :
   Garam-garam : CaHCO3,  CaCl2,  CaSO4,  CaSiO3,  MgCl2,  MgSiO3 , Dll.

-  Zat padat yang tersuspensi :
    Lumpur, tanah liat, pasir, silika (SiO2), zat-zat organik.

-  Gas-gas yang dapat larut dalam air :  SO2, O2, CO2 dll.

-  Asap yang ada di udara.

   Contoh reaksi pengikatan :  H2O  +  CO2  à  H2CO3  (asam karbonat)



Demikian yang bisa saya sampaiakan, semoga bermanfaat bagi para pembaca. Saran dan kritik silahkan klik di sini.

Sabtu, 23 September 2017

Sistem Air Pendingin Bantu (Auxiliary Cooling Water Sysem)

Sistem Air Pendingin Bantu (Auxiliary Cooling Water Sysem)
            Sirkit Air Pendingin Bantu

Sistem air pendingin bantu merupakan pemasok kebutuhan air pendingin untuk alat-alat bantu PLTU/PLTGU. Sistem ini menggunakan air tawar atau air demin sebagai media pendinginnya. Sirkulasi air pendingin bantu merupakan siklus tertutup sehingga sering disebut dengan sistem air pendingin siklus tertutup (closed cycle atau closed loop). Karena menggunakan air demin, maka airnya bersih, sehingga biasanya hanya dipasang satu saringan. 

Sisi hisap pompa mendapat umpan (pasokan) dari air balik yang lebih panas atau dari tangki pendingin (head tank). Pendinginan air dilakukan pada sisi tekan pompa sebelum didistribusikan ke pendingin-pendingin (oil cooler, compressor cooler, dan sebagainya).
Air pendingin ini didinginkan dalam heat exchanger dengan air pendingin utama (biasanya air laut). Kebersihan heat exchanger sangat penting, karena akan mempengaruhi temperatur pendingin bantu yang siklusnya tertutup.
 
Peralatan yang didinginkan dengan sistem air pendingin bantu antara lain adalah :

·         Pendingin hidrogen (untuk generator berpendingin hidrogen)
·         Pendingin pelumas turbin
·         Instrument & Service Air Compressor
·         Pendingin Pompa air pengisi (BFP)
·         Pendingin pelumas Air Heater
·         Pendingin pelumas FDF & IDF
·         dan lain sebagainya

Air pendingin ini didinginkan dengan air pendingin utama didalam heat exchanger. Karena pendingin heat exchanger menggunakan air pendingin utama (biasanya air laut), maka masalah yang sering timbul adalah pengotoran dalam heat exchanger.  


   Komponen Sistem air pendingin bantu

Adapun komponen dalam sistem air pendingin bantu adalah :

·         Tangki air pendingin bantu (head tank).

Merupakan sarana penampang air pendingin bantu yang diisi air demin (make up water) dimana umumnya diletakkan pada elevasi yang cukup tinggi dari permukaan tanah dengan maksud untuk memberikan tekanan hisap positif (positive suction head) pada pompa air pendingin bantu.

Untuk mengantisipasi kebocoran-kebocoran dalam sistem, maka disediakan sistem kontrol otomatis untuk menjaga agar level tangki disediakan saluran untuk menambah air yang berasal dari percabangan sisi tekan pompa air condensate. Pada saluran ini dipasang katup pengatur (control valve) yang dikendalikan oleh level tangki (LT).  Bila level tangki turun dari semestinya, katup pengisian ini akan membuka sehingga air dari sisi tekan pompa condensate akan mengalir mengisi tangki.

·         Pompa air pendingin bantu (Auxiliary Cooling  Water Pump).

Pompa ini berfungsi untuk mensirkulasikan air pendingin bantu. Biasanya disediakan dua buah yang satunya untuk cadangan (stand by). Masing-masing pompa dilengkapi dengan saringan (strainer) pada sisi hisapnya. Operator harus memperhatikan kebersihan saringan ini. Kondisi saringan dapat diidentifikasikan dari perbedaan tekanan (DP) melintasi saringan. Bila perbedaan tekanan tinggi, berarti saringan dalam kondisi kotor dan perlu segera dibersihkan.

Sisi tekan masing-masing pompa dilengkapi katup satu arah (check valve) untuk mencegah aliran balik manakala pompa sedang dalam keadaan stop. Ketika pompa dimatikan, operator harus memastikan bahwa katup satu arah (check valve) ini menutup dengan baik. Kedua pompa juga dilengkapi dengan Pressure switch yang dipasang pada saluran tekan air pendingin bantu. Pressure switch ini berfungsi untuk memberikan sinyal start otomatis terhadap pompa. Bila tekanan saluran tekan air pendingin utama turun hingga batas tertentu, maka Pressure switch akan memerintahkan pompa yang stand by untuk start secara otomatis. 

·         Penukar panas air pendingin bantu (Auxiliary Cooling Water heat Exchanger).

Merupakan penukar panas tipe permukaan (surface type) yang berfungsi untuk mendinginkan air pendingin bantu dengan air pendingin utama sebagai media pendinginnya.

Pada penukar panas ini, air pendingin bantu mengalir diluar pipa - pipa pendingin sedangkan media pendingin mengalir didalam pipa-pipa pendingin.


Pada sisi masuk dan sisi keluar penukar panas baik untuk sisi air pendingin bantu maupun untuk sisi media pendingin dilengkapi dengan temperatur indikator. Operator harus memperhatikan temperatur-temperatur indikator ini. Bila temperatur air pendingin bantu keluar heat exchanger tinggi, berarti ada yang kurang beres. Bila ternyata hal ini disebabkan oleh tersumbatnya saluran-saluran media pendingin, lakukan back washing terhadap penukar panas atau bila perlu lakukan pembersihan.

Rabu, 08 Februari 2017

Pengolahan Air Pada PLTU

Pengolahan Air Pada PLTU

Tahap Filtrasi

Air laut yang menjadi bahan baku utama dialirkan menuju sea water pit, dan untuk menghambat pertumbuhan biota-biota laut diinjeksikan sodium hipoklorit dengan kadar tertentu. Selanjutnya air laut difiltrasi menggunakan travelling screen untuk menghilangkan kotoran-kotoran yang berukuran besar.

Dari sea water pit, air laut dialirkan menuju primary filter dengan menggunakan sebuah pompa. Diperjalanan, air tersebut diinjeksi senyawa koagulan FeSO4 yang berfungsi untuk mengumpulkan partikel-partikel berukuran kecil menjadi partikel-partikel berukuran lebih besar sehingga lebih mudah dilakukan proses filtrasi.

Setelah injeksi FeSO4, air dialirkan menuju ke filter pertama yang disebut denganPrimary Filter, dengan tujuan untuk menahan suspended solids yang terkandung di dalam air laut. Filter ini berjenis multi media filter yang berarti menggunakan beberapa jenis komponen yang berbeda pada satu filter. Komponen-komponen tersebut adalah antrasit pada lapisan atas, pasir pada lapisan tengah, garnet pada lapisan paling bawah, dan gravel sebagai media pendukung. Dariprimary filter air dialirkan menuju polishing filter yang memiliki komponen sama dengan primary filter dengan tujuan untuk lebih membersihkan air dari suspended solids yang ada.

Setelah melalui proses filtrasi di primarydan polishing filter, air ditampung di sebuah tangki bernama filter tank. Air difilter tank selain akan menuju ke proses selanjutnya juga digunakan untuk prosesbackwash pada primary dan polishing filter. Tahapan selanjutnya, air dari filter tankdialirkan menuju cartridge filter yang memiliki clearence sebesar 5 μm dengan tujuan untuk melindungi membran reverse osmosis dari suspended solids yang masih mungkin terkandung di dalam air.

Tahap Desalinasi

Air dari cartridge filter dialirkan menuju proses Desalination Reverse Osmosis.Desalination Reverse Osmosis adalah proses filtrasi dengan menggunakan membran semi permeable dengan jalan membalik proses Osmosis. Pada tahap ini, air laut sudah berubah menjadi air tawar, dari konduktivitas 40.000-50.000 μS/cm sebelum masuk proses menjadi 700-800 μS/cm di akhir proses reverse osmosis ini.

Selanjutnya air akan mengalami prosesdecarbonator atau proses menghilangkan kandungan CO2 dalam air. CO2 harus dihilangkan karena ia akan membentuk bikarbonat jika di dalam air dan dapat menurunkan pH. Proses ini dengan jalan menghembuskan udara ke dalam tangki air sisi bawah menggunakan blower, sehingga udara akan mengikat CO2 dalam air.

Setelah itu air ditampung kembali di tangkiPermeate Storage Tank. Dari tangki ini, air dialirkan ke dua jalur yaitu jalur pertama untuk digunakan sebagai potable waterdan service water, dan jalur yang kedua adalah menuju proses demineralisasi.

Air yang digunakan untuk potable danservice water mengalami proses-proses lanjutan sebagai berikut:

Diinjeksi soda ash yang bertujuan untuk menaikkan pH menjadi 9,2-9,6.Penambahan sodium silikat untuk membuat lapisan pasif di permukaan pipa.Air untuk potable water dialirkan ke carbon filter yang bertujuan untuk menghilangkan warna, bau, dan rasa. Kemudian diinjeksikan hipoklorit untuk membunuh mikroorganisme air. Selanjutnya potable water masuk ke potable water tanksebelum dapat dipergunakan secara umum.Sedangkan service water dialirkan keservice tank dan dipergunakan untuk keperluan umum serta kebutuhan pemadam kebakaran.

Tahap Demineralisasi

Tahap ini menggunakan air dari hasil tahap desalinasi. Demineralisasi juga menggunakan proses reverse osmosis, yang membedakan adalah penggunaan membran semi permeable jenis lain. Air yang keluar dari proses ini akan memiliki nilai konduktifitas sebesar hanya 20-30 μS/cm dari 1000 μS/cm pada saat sebelum proses.

Selanjutnya air dialirkan menuju mixed beddengan tujuan untuk menangkap ion-ion baik positif maupun negatif yang terdapat di dalam air dengan menggunakan resin. Resin merupakan polimerisasi dari difinil benzena dan stirine serta ditambah dengan gugus aktif. Kation resin memiliki gugus aktif H+ sedangkan anion resin memiliki gugus aktif OH-.

Prinsip Reverse Osmosis

Air hasil dari proses demineralisasi inilah yang selanjutnya dipergunakan sebagai media kerja untuk proses siklus air - uap air. Selain itu juga dipergunakan sebagai media kerja auxiliary cooling water dan pendingin pada stator generator.

Senin, 03 Oktober 2016

Standar Kualitas Air PLTU

Standar Kualitas Air PLTU
     BLOG'S DUNIA PEMBANGKIT LISTRIK - Kriteria air atau kualitas air yang digunakan pada Pusat Listrik Tenaga Uap, akanmempengaruhi umur unit dan keandalan unit PLTU. Persyaratan kualitas air tergantung dari tekanan kerja ketel, makin tinggi tekanan kerja ketel makin ketat persyaratan kualitas air.

     Tabel Di bawah ini menunjukkan akibat yang ditimbulkan karena tidak terpenuhinya persyaratan kualitas air :

Gb. Tabel Kualitas Air
  
Standar Kulaitas Air
 
1. Standar air kondensat :
ØConductivity   : < 10 us/cm
ØpH  :  9.2 – 9.6
2. Standar air pengisi :
ØConductivity   : < 10 us/cm
ØHydrazine  : 10 – 50 ppb
ØpH  : 9.2 – 9.6
3. Standar air boiler :
ØCondutivity      : <20 us/cm
ØPhospate           : 0.5 – 2.8 ppm
ØSilica                : < 1300 ppb
ØpH   : 9.0 – 10.5