Tampilkan posting dengan label WWTP. Tampilkan semua posting
Tampilkan posting dengan label WWTP. Tampilkan semua posting

Minggu, 25 Desember 2016

Waste Water Treatment Plant (WWTP)

Dunia Pembangkit Listrik - Waste water dihasilkan dari berbagai macam operasi power plant (pembangkit). Berdasarkan peraturan setempat, limbah cair ini wajib diperlalukan (wastewater treatment) sebelum dibuang.


Konsentasi polutan dalam berbagai limbah cair diukur dan dibandingkan dengan peraturan tersebut.  Treatment scheme didesain untuk mengolah polutan excess yang ada didalam aliran limbah cair tersebut.

Waste water treatment plant adalah sistem pengolahan libah cair yang dihasilkan poer plant untu diolah limbah cair hasil produksi tersebut, menjadi air yang aman dibuang ke laut sesuai dengan ketentuan atau peraturan lingkungan hidup yang berlaku.


PERATURAN PERUNDANGAN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (K3)

1. UU RI No. 30 tahun 2009 tentang ketanagalistrikan
2. UU RI No. 1 tahun 1970 tentang keselamatan kerja
3. UU RI No. 13 tahun 2003 tentang ketenagakerjaan
4. PP No. 74 tahun 2001 tentang pengelolaan bahan berbahaya dan beracun (B3)


WASTE WATER INPUT
- pembuangan air kotor kamar mandi
- sistem pembuangan air kotor (drainase)
- water treatment plant
- auxiliary boiler blowdown pit



KOMPONEN PADA WASTE WATER TREATMENT PLANT

- Netralizing tank
  Berfungsi sebagai tempat penampungan hasil pengolahan dari water treatment plant. Dikarenakan air dari WTP masih banyak mengandug bahan kimia sehingga harus dinetralkan dahulu sebelum dipompakan ke waste water tank.

- Waste water tanks, pumps dan blower
  
  Waste water storage tank 
  Berfungsi untuk menampung semua air buangan power plant mulai dari pembuangan air kotoran kamar mandi, drainase air kotor, WTP dan auxiliary boiler blowdown pit.

  Waste water pump
  Berfungsi untuk mengalirkan air limbah dari waste water tank menuju pH cintrol dan flocculant pool.

  Air blower
  Berfungsi untuk menyalurkan udara service untuk proses pengadukan air pada waste water tank.

- Coagulant, oxidant dan flocculant tank (agitator dan dosing pump)

  Coagulant tank
  Berfungsi sebagai tempat penampungan coagulant, zat ini berfungsi untuk mengendapkan benda-benda yang melayang (suspended solid) untuk membentuk flok agar cepat proses pengendapan.

  Coagulant dosing pump
  Berfungsi untuk mengalirkan coagulant dari coagulant tank menuju ke pH control.

   Oxidation tank
   Berfungsi sebagai tempat penampung sodium hypochlorite dengan konsentrasi 10%, zat ini berfungsi untuk proses oksiasi jika kadar hidrazine tinggi.

  Oxidation dosing pump
  Berfungsi untuk mengalirkan sodium hypochlorite dari sodium hypochlorite tank menuju ke waste water pH control. NaOCL diinjeksikan apabila wastewater mengandung konsentrasi hydrazine N2h4 tinggi (setelah diadakan boiler maintenance) dan konsentrasi COD tinggi.

  Flocculant tank
  Berfungsi sebagai tempat penampung flocculant, zat ini berfungsi untuk membentuk gumpalan-gumpalan cesar dari flok yag sudah terbentuk.

  Flocculant dosing pump
  Berfungsi untuk mengalirkan flocculant dari flocculant tank menuju ke flocculation pool. flocculant digunakan untuk mengikat suspended solid yang ftidak diikat oleh koagulan.

- HCl dan H2SO4 Tank (agitator dan dosing pump)
  
  HCl tank
  Berfungsi sebagai tempat penampung HCl yang berkonsentrasi 10 % dari concentrate HCl tank yang dicampur dengan service water. HCl berfungsi untuk menurunkan pH.

  HCl dosing pump
  Berfungsi untuk menginjeksikan dilute HCl dari dilute HCl tank menuju ke pH control and oxiadation pH dan Neutralizing pit.

- pH control dan flocculation pool

  pH control berfungsi memantau dan mengontrol melalui pH analyzer untuk
menjaga nilai pH optimum air limbah antara 6,5 hingga 8,5 agar terjadi proses koagulasi dan sedimentasi.

  Pada pH control di injeksikan HCl ataupun NaOH kedalam air limbah. Diaduk dengan agitator agar bahan kimia yang sudah diinjeksikan bereaksi dengan sempurna.

  Kemudian pada flocculation pool tempat diinjeksikan coagulant da flocculant, kemudian dari flocculant pool menuju clarifier.

- Netralizing pit
  Berfungsi sebagai tempat penampungan air hasil pengolahan dari clarifier secara overflow. Air tersebut bisa dinetralkan di netralizing pit dan secara overflow pula untuk masuk ke reusing tank.

- Agitator
  Berfungsi untuk mengaduk semua larutan yang tercampur di coagulant tank, flocculant tank, NaOH tank dan H2SO4.

 
biz.