Tampilkan postingan dengan label Gangguan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Gangguan. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 18 Februari 2017

Gangguan Pada Sistem Tenaga Listrik

Duniapembangkitlistrik.blogspot.com - Didalam dunia kelistrikan tentunya banyak terjadi gangguan Macam-macam Gangguan antara lain sebagai berikut:
I. Gangguan Beban Lebih
Beban lebih mungkin tidak tepat disebut sebagai gangguan. Namun karena beban lebih adalah suatu keadaan abnormal yang apabila dibiarkan terus berlangsung dapat membahayakan peralatan, jadi harus diamankan, maka beban lebih harus ikut ditinjau.
Beban lebih dapat terjadi pada trafo atau pada saluran karena beban yang dipasoknya terus meningkat, atau karena adanya maneuver atau perubahan aliran beban di jaringan setelah adanya gangguan. Beban lebih dapat mengakibatkan pemanasan yang berlebihan yang selanjutnya panas yang berlebihan itu dapat mempercepat proses penuaan atau memperpendek umur peralatan listrik.
II. Gangguan Hubung Singkat (Short Circuit)
Gangguan hubung singkat dapat terjadi antara fasa (3 fasa atau 2 fasa) atau antara 1 fasa ke tanah, dan dapat bersifat temporair (non persistant) atau permanent (persistant). Gangguan yang permanent misalnya hubung singkat yang terjadi pada kabel, belitan trafo atau belitan generator karena tembusnya (break downnya) isolasi padat. Gangguan temporair misalnya akibat flashover karena sambaran petir, pohon, atau tertiup angin. 
Gangguan hubung singkat dapat merusak peralatan secara termis dan mekanis. Kerusakan termis tergantung besar dan lama arus gangguan, sedangkan kerusakan mekanis terjadi akibat gaya tarik-menarik atau tolak-menolak.
Keterangan pada gambar di atas :
1. Hubung singkat 1 fasa ke tanah
2. Hubung singkat 2 fasa (antar fasa)
3. Hubung singkat 2 fasa ke tanah
4. Hubung singkat 3 fasa
5. Hubung singkat 3 fasa ke tanah
III. Gangguan Tegangan Lebih
Tegangan lebih dapat dibedakan sebagai berikut :
Tegangan lebih dengan power frequencyTegangan lebih transient
Tegangan lebih transient dapat dibedakan - Surja Petir (Lightning surge)
- Surja Hubung (Switching surge)
Timbulnya tegangan lebih dengan power frequency, dapat terjadi karena :
- Kehilangan beban atau penurunan beban di jaringan akibat switching,  karena gangguan atau karena maneuver.
- Gangguan pada AVR (Automatic Voltage Regulator) pada generator atau pada on load tap changer dari trafo.Over speed pada generator karena kehilangan beban.
IV. Gangguan Kurangnya Daya
Kekurangan daya dapat terjadi karena tripnya unit pembangkit (akibat gangguan di prime movernya atau di generator) atau gangguan hubung singkat di jaringan yang menyebabkan kerjanya relay dan circuit breakernya yang berakibat terlepasnya suatu pusat pembangkit dari sistem. Jika kemampuan atau tingkat pembebanan pusat atau unit pembangkit yang hilang atau terlepas tersebut melampaui spinning reverse system, maka pusat-pusat pembangkit yang masih ada akan mengalami pembebanan yang berkelebihan sehingga frequency akan merosot terus, yang bila tidak diamankan akan mengakibatkan tripnya unit pembangkit lain (cascading) yang selanjutnya dapat berakibat runtuhnya (collapse) sistem (pemadaman total).
V. Gangguan Ketidakstabilan (Instability)
Gangguan hubung singkat atau kehilangan pembangkit dapat menimbulkan ayunan daya (power swing) atau yang lebih hebat dapat menyebabkan unit-unit pembangkit lepas sinkron (out of synchronism). Power swing dapat menyebabkan relay pengaman salah kerja yang selanjutnya menyebabkan gangguan yang lebih luas. Lepas sinkron dapat mengakibatkan berkurangnya pembangkit karena tripnya unit pembangkit tersebut atau terpisahnya sistem, yang selanjutnya dapat menyebabkan gangguan yang lebih luas bahkan runtuh (collapse).
Upaya Mengatasi Gangguan
Dalam sistem tenaga listrik, upaya untuk mengatasi gangguan dapat dilakukan dengan cara :
I. Mengurangi Terjadinya Gangguan
Gangguan tidak dapat dicegah sama sekali, tapi dapat dikurangi kemungkinan terjadinya sebagai berikut :
Peralatan yang dapat diandalkan adalah peralatan yang minimum memenuhi persyaratan standart yang dibuktikan dengan type test, dan yang telah terbukti keandalannya dari pengalaman. Penggunaan peralatan di bawah mutu standart akan merupakan sumber gangguan.
Penentuan spesifikasi yang tepat dan design yang baik sehingga semua peralatan tahan terhadap kondisi kerja normal maupun dalam keadaan gangguan, baik secara elektris, thermis maupun mekanis.
Pemasangan yang benar sesuai dengan design, spesifikasi dan petunjuk dari pabrik.
Penggunaan kawat tanah pada SUTT/SUTET dengan tahanan pentanahan kaki tiang yang rendah. Untuk pemeriksaan dan pemeliharaan, maka konduktor pentanahannya harus dapat dilepas dari kaki tiangnya.
Penebangan atau pemangkasan pohon-pohon yang berdekatan dengan kawat fasa SUTM dan SUTT harus dilakukan secara periodik. Dalam hal ini yang perlu diperhatikan tidak hanya jaraknya dalam keadaan tidak ada angin, melainkan juga dalam keadaan pohon-pohon tersebut ketika ditiup angin.
Penggunaan kawat atau kabel udara berisolasi untuk SUTM harus dipilih dan digunakan secara selektif.
Operasi dan pemeliharaan yang baik.
Menghilangkan atau mengurangi penyebab gangguan atau kerusakan melalui penyelidikan.
II. Mengurangi Akibat Gangguan
Menghilangkan gangguan sama sekali dalam suatu sistem tenaga listrik merupakan usaha yang tidak mungkin dapat dilakukan. Oleh karena itu maka usaha yang dapat dilakukan adalah mengurangi akibat kerusakan yang ditimbulkannya. Usaha-usaha yang dapat dilakukan adalah :

Mengurangi besarnya arus gangguan. Untuk mengurangi arus gangguan dapat dilakukan dengan cara : menghindari konsentrasi pembangkitan (mengurangi short circuit level) menggunakan reaktor dan menggunakan tahanan untuk pentanahan netralnya.
Penggunaan lighting arrester dan penentuan tingkat dasar isolasi (BIL) dengan koordinasi isolasi yang tepat.
Melepaskan bagian sistem yang terganggu dengan menggunakan circuit breaker dan relay pengaman.
Mengurangi akibat pelepasan bagian sistem yang terganggu dengan cara :
1. Penggunaan jenis relay yang tepat dan penyetelan relay yang selektif agar bagian yang terlepas sekecil mungkin.
2. Penggunaan saluran double.
3. Penggunaan automatic reclosing.
4. Penggunaan sectionalizer pada JTM.
5. Penggunaan spindle pada JTM atau setidak-tidaknya ada titik pertemuan antar saluran sehingga ketika ada kerusakan atau pemeliharaan tersedia alternative supply untuk maneuver.
6. Penggunaan peralatan cadangan.
Penggunaan pola load shedding dan sistem splitting untuk mengurangi akibat kehilangan pembangkit.
Penggunaan relay dan circuit breaker yang cepat dan AVR dengan response yang cepat pula untuk menghindari atau mengurangi kemungkinan gangguan instability (lepas sinkron).

Sabtu, 11 Februari 2017

8 Jenis Gangguan yang Menyebabkan Listrik PLN Mati

Duniapembangkitlistrik.blogspot.com - Pastinya urusan listrik ini terkadang terjadi diluar kontrol manusia. Agar kamu lebih mengerti mengenal mengapa listrik bisa padam, Ternyata alasannya bukan hanya kekurangan voltase atau kelebihan voltase saja tetapi cukup beragam secara teknis. Penasaran alasan apa saja yang menyebabkan listrik mati? Yuk kita cek gangguan apa saja yang menyebabkan listrik PLN mati.
8 Jenis Gangguan yang Menyebabkan Listrik PLN Mati
Terdapat banyak jenis gangguan listrik yang sering terjadi. Ada baiknya kita mengetahui jenis-jenis gangguan listrik yang menjadi penyebab pemadaman listrik agar lebih mengenal masalah yang terjadi dengan listrik yang ada di tempat tinggal kita.
Power failure
Power failure merupakan gangguan listrik yang sering terjadi, yaitu kondisi sumber listrik pusat (utama) yang mati. Kalau ada perlengakapan elektronik di rumah kamu yang sedang nyala atau beroperasi saat terjadi listrik pln mati, gangguan ini dapat berdampak pada kerusakaan alat-alat elektronik. Beberapa sebab power failure adalah pemadaman bergilir, beban berlebih dan hubungan arus pendek.
Power Surge
Power Surge merupakan sebuah kondisi saat tiba-tiba voltase naik melebihi angka 100% dalam waktu singkat. Hal ini disebabkan oleh petir yang menyambar serta kita mematikan perlengkapan listrik yang bebanya cukup berat. Terjadinya power surge juga berdampak pada kerusakan peralatan listrik.
Power SAG
Power SAG terjadi ketika voltase menurun tiba-tiba. Contohnya yang awalnya 220 volt, bisa menurun hingga 80 persen. Hal ini juga berdampak buruk pada peralatan listrik. Gangguan ini disebabkan oleh pengoperasian alat elektronik yang mempunyai daya agak besar atau diatas daya listrik rumah kita.
Over Voltage
Over Voltage merupakan kondisi tegangan listrik yang melewati batas normal dalam kurun waktu yang lama dan sering terjadi atau bisa jadi setiap hari. Over Voltage bisa membuat alat elektronik menjad panas dan komputer bisa rusak hingga menghilangkan data yang ada.
Under Voltage
Berbeda dengan overvoltage, under voltage merupakan kondisi kurangnya tegangan listrik yang terjadi bisa hanya beberapa menit hingga berhari-hari. Sama halnya dengan gangguan listrik lainnya, kondisi ini bisa membuat alat elektronik rusak.
Frequency Variation
Keadaan frekuensi listrik yang naik turun atau tidak stabil dan berdampak pada kerusakan alat elektronik.
Electrical Line Noise
Gangguan gelombang listrik yang disebabkan oleh frekuensi radio, sambaran petir atau instalasi listrik kurang baik.
Switching Transient
Turunnya voltase dalam kurun waktu sangat cepat bahkan lebih cepat dibandingkan undervoltase.