Jumat, 14 April 2017

Keunggulan dan Kelemahan Energi Surya


Energi surya disebut-sebut oleh banyak orang sebagai sumber energi utama di masa depan, jadi mari kita melihat keuggulan dan kelemahan energi surya.
Energi surya memiliki keunggulan yang lebih banyak dibandingkan dengan kelemahannya, tapi kelemahan ini masih merupakan batu sandungan utama untuk pemakaian energi surya yang lebih luas. 

sekarang pertama-tama kita akan membahas keunggulan dari energi surya.

Kita sudah mengetahui, bahwa energi surya merupakan sumber energi terbarukan. Matahari hampir tak terbatas sebagai sumber energi, dan energi surya tidak dapat habis, tidak seperti bahan bakar fosil yang akhirnya akan habis. Setelah bahan bakar fosil habis, dunia akan memerlukan alternatif sumber energi yang baik, dan energi surya jelas terlihat sebagai salah satu alternatif terbaik.

Energi surya merupakan sumber energi yang ramah lingkungan karena tidak memancarkan emisi karbon berbahaya yang berkontribusi terhadap perubahan iklim seperti pada bahan bakar fosil. Setiap watt energi yang dihasilkan dari matahari berarti kita telah mengurangi pemakaian bahan bakar fosil, dan dengan demikian kita benar-benar telah mengurangi dampak perubahan iklim. Penelitian terbaru melaporkan bahwa rata-rata sistem rumah surya mampu mengurangi 18 ton emisi gas rumah kaca di lingkungan setiap tahunnya. Energi surya juga tidak memancarkan oksida nitrogen atau sulfur dioksida yang berarti tidak menyebabkan hujan asam atau kabut asap.

Matahari merupakan sumber energi yang benar-benar bebas untuk digunakan oleh setiap orang. Tidak ada yang memiliki Matahari, jadi setelah Anda menutupi biaya investasi awal, pemakaian energi selanjutnya dapat dikatakan gratis.

Lebih banyak energi matahari yang kita gunakan maka semakin sedikit kita bergantung pada bahan bakar fosil. Ini berarti akan meningkatkan ketahanan dan keamanan energi, karena akan mengurangi kebutuhan impor minyak dari pihak asing.

Dalam jangka panjang energi surya akan menghemat pengeluaran uang untuk energi. Biaya awalnya memang cukup signifikan, namun setelah beberapa waktu Anda akan memiliki akses ke energi yang benar-benar gratis, dan jika sistem rumah tenaga surya menghasilkan energi yang lebih dari yang Anda butuhkan, di beberapa negara perusahaan listrik dapat membelinya dari Anda, yang berarti ada potensi keuntungan ekstra terlibat. Ada juga banyak negara yang menawarkan insentif keuangan untuk menggunakan energi surya.

Panel surya beroperasi tanpa mengeluarkan suara (tidak seperti turbin angin besar) sehingga tidak menyebabkan polusi suara. Panel surya biasanya memiliki umur yang sangat lama, minimal 30 tahun, dan biaya pemeliharaannya sangat rendah karena tidak ada bagian yang bergerak. Panel surya juga cukup mudah untuk diinstal.

Energi surya adalah salah satu pilihan energi terbaik untuk daerah-daerah terpencil, bilamana jaringan distribusi listrik tidak praktis atau tidak memungkinkan untuk di-instal.

Kelemahan utama dari energi surya adalah biaya awal yang tinggi. Panel surya terbuat dari bahan mahal, bahkan dengan penurunan harga yang terjadi hampir setiap tahun, harganya tetap terasa mahal.

Panel surya juga perlu untuk ditingkatkan efisiensinya. Untuk mencapai tingkat efisiensi yang memadai dibutuhkan lokasi instalasi yang luas, dan panel surya ini idealnya diarahkan ke matahari, tanpa hambatan seperti pohon dan gedung tinggi, untuk mencapai tingkat efisiensi yang diperlukan.

Energi surya membutuhkan solusi penyimpanan energi murah dan efisien karena matahari adalah sumber energi intermiten (tidak kontinyu).

Proyek-proyek energi surya skala besar (pembangkit listrik tenaga surya yang besar) akan membutuhkan lahan yang luas, dan banyak air untuk tujuan pendinginan.

Banyak daerah di dunia yang tidak memiliki cukup sinar matahari untuk menjadikan energi surya bernilai ekonomis. Karena itu, solusi ilmiah yang lebih maju sangat diperlukan untuk membuat energi surya.

Minggu, 02 April 2017

PLTM

Apakah PLTM (atau PLTMH) itu ?

Turbin Minihidrp – PLTM, efisien dan inofatif

Kami telah dan sedang membuat beberapa Feasibility Study dan perencanaan (DED) beberapa Pembangkit Listrik Tenaga Minihidro atau Mikrohidro (PLTM atau PLTMH) di wilayah Sumatra bagian utara (Sumbagut). PLTM itu semacam PLTA (Pembangkit listrik tenaga Air) hanya saja ukuran bangunannya lebih kecil dan juga daya listrik yang dibangkitkannya juga lebih kecil; umumnya dibawah 1 MW (1000 kilo Watt) atau yang terbesar sampai 10 MW. Jadi, PLTM, atau ada juga yang menyebutnya dengan PLTMH, boleh disebut sebagai PLTA mini. Secara global dikategorikan sebagai Small Hydroelectric Plant.

Sebagai gambaran tentang PLTM maka Anda bisa melihat gambar-gambar struktur banguan dan penjelasannya berikut ini:

PLTM di Sumatera Utara

Berikut adalah rangkaian gambar salah satu PLTM yang telah selesai dilaksanakan di salah satu wilayah Sumatra Utara. Susunan (lay out) bangunannya terdiri dari:

Bendung (weir)Bangunan pengambilan (intake)Saluran pembawa (waterway/headrace)Kolam penenang (headpond/forebay)Pipa pesat (penstock)Sentral Pembangkit (powerhouse)Saluran Pembuangan (tailrace)

1. Bendung (Weir).

Bendung (weir)

Harap bedakan bendung (Weir) dengan bendungan (Dam). Bendung atau weir ukurannya lebih kecil daripada bendungan, dan keduanya berfungsi menahan/membendung arus sungai untuk meninggikan muka air sungai lalu membelokkan airnya ke arah bangunan pengambilan (intake).

2. Bangunan Pengambilan (Intake)

Intake dan sandtrap

Bangunan ini berfungsi menyadap air sungai yang ditahan oleh bendung untuk disalurkan menuju penstock dan sentral pembangkit. Air yang disadap bisa diukur dan diatur jumlahnya melalui pintu pengambilan. Setelah masuk pintu intake maka air akan mengalir melewati kolam pengendapan (sand-trap / desander) untuk mengendapkan pasir dan partikel-partikel lain yang bisa membahayakan turbin. Setelah melalui fasilitas ini maka air mengalir ke saluran waterway dalam kondisi bersih, terbebas dari partikel-partikel yang membahayakan turbin.

3. Saluran Headrace (Waterway)

Untuk PLTM umumnya berupa saluran terbuka, berfungsi untuk menyalurkan air dari intake menuju ke kolam penenang (headpond atau forebay). Saluran ini bisa pendek sekitar 200 meter, ataupun sangat panjang, yaitu mencapai 2,50 kilometer atau lebih.

4. Kolam Penenang (Headpond atau Forebay)

Kolam ini berfungsi menampung air yang datang dari waterway dan meredam atau menenangkan kecepatan air yang ada, lalu mengalirkan air yang sudah tenang itu ke arah turbin melalui saluran pipa pesat (penstock). Ukuran standarnya: lebar kolam sama dengan 3 kali lebar waterway, sedangkan panjang kolam adalah 3 kali lebarnya. Kolam ini dilengkapi dengan pelimpah (spillway), pintu penguras, dan saringan (trash rack). Dengan dermikian air yang akan memutar turbin sudah tenang, tidak bergejolak dan bersih dari lumpur.

5. Pipa Pesat (Penstock)

Pipa pesat membawa air dari headpond menuju ke arah turbin dengan kecepatan air yang tinggi. Umumnya pipa pesat terbuat dari baja tebal. Untuk PLTM, diameter pipa pesat bervariasi, mulai dari 50 cm sampai dengan 3 meter; tergantung dari besarnya debit sungai dan debit banjir rencana. Pipa pesat sebaiknya dipasang dengan kemiringan yang curam, yaitu antara kemiringan 1 : 1 sampai 1 : 2 (vertical : horisontal) untuk menjamin agar bisa berfungsi dengan baik, yaitu agar kecepatan air yang dihantarkannya mampu memutar turbin dengan putaran yang seemesitnya.

 
biz.