Senin, 30 Januari 2017

Apa itu PLTD ?

Duniapembangkitlistrik.blogspot.com - Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) ialah Pembangkit listrik yang menggunakan mesin diesel yang berbahan bakar High Speed Diesel Oil (HSDO) sebagai penggerak mula (prime mover). Prime mover merupakan peralatan yang mempunyai fungsi menghasilkan energi mekanis yang diperlukan untuk memutar rotor generator.

Proses pembakaran pada mesin diesel tidak menghasilkan pembakaran yang sempurna. Effisiensi PLTD sangat dipengaruhi oleh pemakaian bahan bakar, hal ini disebabkan biaya yang terbesar dalam pengoperasian PLTD adalah biaya bahan bakar (±70% dari keseluruhan biaya operasional). Hal inilah yang menyebabkan efisiensi pembangkit jenis ini rendah, lebih kecil dari 50 %.

Pemilihan Lokasi PLTD

Dalam pembuatan PLTD, terdapat faktor-faktor yang perlu diperhatikan pada saat pemilihan lokasi PLTD, diantaranya sebagai berikut :

- Jarak dari beban dekat.

- Pesediaan areal tanah dan air.

- Pondasi pengangkutan bahan bakar.

- Kebisingan dan kesulitan lingkungan.

Kegunaan Utama PLTD

Kegunaan utama PLTD adalah penyedia daya listrik yang dapat berfungsi untuk :

- Pusat pembangkit cadangan (Stand by plant).

- Beban puncak cadangan untuk keadaan darurat (emergency).

Sistem Pada PLTD

Sistem Pada Bahan Bakar

Termasuk tangki bahan bakar, pompa pemindah bahan bakar, saringan alat pemanas dan sambungan pipa kerja.

Pompa pemindah bahan bakar membutuhkan pemindahan bahan bakar dari ujung perantara ke tangki penyimpan dan dari tangki penyimpan ke mesin.

Saringan membutuhkan jaminan kebersihan bahan bakar. Alat pemanas untuk minyak diperlukan untuk lokasi yang mempunyai temperature yang dingin yang menganggu aliran fluida.

Sistem Udara Masuk

Termasuk saringan udara, saluran pompa kompresor (bagian integral dari mesin). Kegunaan saringan udara adalah untuk membersihkan debu dari udara yang disuplai ke mesin, juga semua ini dapat menimbulkan kenaikan daya luaran.

Sistem Pembuangan Gas

Termasuk peredam dan penyambungan saluran. Temperature pembuangan gas panasnya cukup tinggi, gas ini merupakan pemanas minyak atau persediaan udara pada mesin. Peredam mengurangi kegaduhan suara.

Sistem Pendinginan

Termasuk pompa-pompa pendingin, menara pendingin, perawatan air atau mesin penyaring dan sambungan pipa kerja.

Kegunaan system pendinginan adalah untuk meningkatkan panas dari mesin silinder yang menyimpan temperature sislinder dalam tempat yang aman. Pompa mengedarkan air melewati silinder dan kepala selubung mengangkut panas.

System pendinginan membutuhkan sumber air, sebuah pompa dan tempat untuk pembuangan air panas, penyebaran air oleh mesin pendingin ini seperti dalam alat radiator, pendingin uap, menara pendingin, penyemprot dan sebagainya.

Sistem Pelumasan

Termasuk pompa minyak pelumas, tangki minyak, penyaring, pendingin, alat pembersih dan sambungan pipa kerja.

Fungsi system pelumasan yaitu untuk mengurangi pergeseran dari bagian yang bergerak dan mengurangi pemakaian dan sobekan bagian-bagian mesin.

Sistem Pendinginan

Termasuk aki, tangki hampa udara, starter sendiri dan sebagainya. Fungsi system penggerak mula adalah menjalankan mesin.

System ini memungkinkan mesin pada awalnya berputar dan berjalan sampai terjadi pembakaran dan unit meninggalkannya untuk memperoleh daya.

Kelas SPD

PLN membakukan kapasitas SPD (Satuan Pembangkit Diesel) sebagai berikut :

– Kelas 1 :                  SPD berkapasitas 50    Kw    PLTD bakal

– Kelas 2 :                  SPD berkapasitas 100   Kw

– Kelas 3 :                  SPD berkapasitas 250   Kw                PLTD kecil

– Kelas 4 :                  SPD berkapasitas 500   Kw

– Kelas 5 :                  SPD berkapasitas 750   Kw

– Kelas 6 :                  SPD berkapasitas 1000 Kw

– Kelas 7 :                  SPD berkapasitas 2500 Kw

– Kelas 8 :                  SPD berkapasitas 4000 Kw              PLTD sedang

– Kelas 9 :                  SPD berkapasitas 6000 Kw

– Kelas 10 :                SPD berkapasitas 8000 Kw

– Kelas 11 :                SPD berkapasitas 12000 Kw              PLTD besar

Kelebihan PLTD

1. Penggunaan bahan bakar menentukan tingkat efisiensi pembakaran dan prosesnya.

2. Lokasi bisa dimana saja (pantai sampai pegunungan) dengan kapasitas bisa disesuaikan, malahan di desa terpencil dengan pengguna sedikit.

3. Respon beban cepat sehingga bagus buat beban puncak (18.00-22.00), start up cepat.

4. Effisiensi tinggi serta investasi murah, cepat konstruksinya, cocok untuk daerah2 yang tidak ada air.

5. Plan lay out sederhana.

6. Sistem bahan bakar sederhana.

7. Bisa ditempatkan dekat dengan pusat beban.

8. Bisa distart dengan mudah dan cepat dan dibebani dalam waktu singkat.

9. Tidak ada stand-by losses.

10. Tidak memerlukan air pendingin yang banyak.

11. Dimensi PLTD lebih kecil dibanding PLTU untuk kapasitas yang sama.

12. Cara pengoprasian mudah dan memerlukan operator yang sedikit.

13. Effisiensi termal PLTD lebih besar dibanding PLTU untuk kapasitas yang sama menggunakan sumber daya alam terbatas/tak terbaharukan/fosil.

Kekurangan PLTD

1. Tidak ramah lingkungan.

2. Kapasitas bisa hanya sampai puluhan MW.

3. Tidak cocok jg untuk base load (beban dasar/harian).

4. Harga solar mahal ( solar sebagai bahan bakar utama PLTD ).

5. Biaya pelumas tinggi.

6. Tidak bisa dibebani overload pada waktu yang panjang.

7. Kapasitas PLTD kecil.

Posting Komentar