Sabtu, 17 September 2016

Apa itu Coal Handling System Pada PLTU ?

DUNIA PEMBANGKIT LISTRIK - Pada PLTU berbahan bakar batu bara memerlukan devisi atau bagian unit kerja yang menangani hal tersebut yang disebut Coal Handling System.

Coal handling system adalah sistem yang menangani batu bara dalam suatu PLTU berbahan bakar batu bara. Didalam coal handling system diperlukan dengan berbagai macam peralatan utama maupun pendukung serta proteksi untuk menunjang aktivitas kerjanya.

Coal handling system terdiri dari 3 bagian area antara lain:
1. Unloading Area
    Seperti : dermaga, dermaga SU, SPJ (Semi Permanen Jetty), SPOJ (Semi Permanen Oil Jetty)
2. Coal Stock Area
   Seperti stacker, reclaimer, teleschopic, underground
3. Coal Bunker Unit

PERALATAN UTAMA COAL HANDLING SYSTEM.

• Belt Conveyor adalah suatu alat yang digunakan untuk mentransportasikan batu bara dari unloading area ke coal bunker. Belt conveyor memiliki peralatan utama diantaranya sebagai berikut:
a. Motor belt conveyor : sebagai penggerak utama belt conveyor.
  - fluid coupling sebagai penghubung anatara motor dengan gear box.
  - gear box untuk mereduksi putaran dari motor belt conveyor.

  - idlers untuk menjaga agar  belt conveyor tetap pada alurnya. Idler ada beberapa macam antara lain:
1. Carrying idler : menjaga belt pada bagian yang berbeban.
2. Impact idler : idler yang berada dibawah outlet chute yang dilapisi dengan karet. Fungsinya menjaga agar belt conveyor tidak sobek akibat tekanan batu bara yang jatuh dari inlet chute.
3. Return idler : menyanggah belt conveyor arah putaran balik.
4. Steering idler : menjaga agar belt conveyor tidak jogging atau unbalance. Steering idler ada 2 macam antara lain steering carrying idler (atas), steering return idler (bawah).

  - pulley adalah roda-roda penggerak belt conveyor. Pulley ada berbagai macam antara lain:
1. Drive pulley : untuk menggerakkan belt conveyor ke depan.
2. Snub pulley : untuk memperbesar sudut lilitan antara belt conveyor dengan pulley.
3. Bend pulley : untuk membelokkan belt conveyor.
4. Take up pulley : untuk menjaga ketegangan belt conveyor. Dipasang satu line dengan counter weight (sebagai pemberat)
5. Tail pulley : untuk memutar belt conveyor ke drive pulley.

  - Rubber lagging (alur atau karet pada head pulley atau drive pulley. Alurnya berbentuk X, Y, V, diamond serta polos.
  - Cleaning device : untuk membersihkan belt conveyor dari material yang menempel. Cleaning device berbagai macam antara lain:
1. Rubber skrit : mencegah agar batu bara tidak tumpah disisi belt conveyor.
2. V - flow : membersihkan material yang menempel pada belt conveyor pada arah putaran balik.
3.  Belt scrapper

• Belt feeder, apron feeder, vibrator feeder : mengalirkan batu bara dari suatu hopper ke belt conveyor.
• Stacker (ST) atau reclaimer (RE) : untuk penimbunan (stacking) dan pengerukan (reclaiming) batu bara di stock area tertentu.
• SU (Ship Unloader) : untuk memindahkan batu bara dari tongkang ke belt conveyor lewat hopper.
• Teleschopic chute
• TS (Transfer Station) : untuk melakukan interkoneksi aliran batu bara.
• Shuttle / feed adjuster
• Hopper : menampung batu bara secara sementara.
• Electric three way / diverter gate ; memindahkan aliran batu bara dari belt conveyor satu ke lainnya.
• Coal plough : menjatuhkan baru bara ke coal bunker.
• Silo gate

PERALATAN PENDUKUNG COAL HANDLING SYSTEM

1. Magnetic separator : menangkap logam pada batu bara diatas belt conveyor.
2. Belt scale : mengetahui flow batu bara.
3. Dust colector : menangkap debu batu bara dan mengembalikan ke belt conveyor.
4. Dust suspension
5. Crusher : menghancurkan batu bara sampai ukuran lebih kecil dari 10 mm.
6. Sampling system : untuk mengambil batu bara dalam rangka sampling atau anilisa batu bara.
7. Strainer / roller screen : menyaring batu bara yang halus dan kasar.

PERALATAN PENGAMAN COAL HANDLING SYSTEM.

a. Pull rope : menghentikan belt conveyor dengan cara menarik tali disisi belt conveyor.
b. Belt sway : menghentikan secara otomatis  apabila belt conveyor jogging atau unbalance sampai 90°.
c. Plugged chute : menghentikan belt conveyor secara otomatis jika block pada chute.
d. Speed motion sensor : menghentikan belt conveyor jika putaran tidak normal.
e. Push button emergency stop : menghentikan belt conveyor dengan cara menekan tombol emergency stop.
f. Fire protection : mendeteksi kebakaran.
g. Tensioning unit control switcher : mendeteksi ketegangan belt conveyor jika telah abnormal / kendor melebihi batas tension.
h. Anti back run : menahan agar tidak terjadi putaran balik pada saat belt conveyor stop atau trip.
i. Guards (pembatas area) seperti pada drive pulley, take up pulley, tail pulley.



Semoga bermanfaat.

agus prasetiyo

Author & Editor

Has laoreet percipitur ad. Vide interesset in mei, no his legimus verterem. Et nostrum imperdiet appellantur usu, mnesarchum referrentur id vim.

0 komentar:

 
biz.